Titiek Soeharto: Film G30S/PKI Bahan Edukasi Sejarah Bagi Anak Bangsa

2232
Titiek Soeharto seusai menghadiri Pembukaan Pameran Pembangunan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Expo dalam rangka hari jadi KTNA ke 46, di Jogja Expo Center, Yogyakarta/Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA — Tokoh nasional yang juga putri Presiden RI ke-2, Titiek Soeharto, menilai positif pemutaran kembali film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Ia menyebut pemutaran film tersebut sangat penting sebagai bahan edukasi sejarah bagi anak bangsa.

“Sebagai bahan edukasi sejarah anak-anak kita. Agar mereka tahu kita pernah punya masa lalu yang keras, yang dialami bangsa ini,” kata Titiek seusai menghadiri Pembukaan Pameran Pembangunan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Expo dalam rangka hari jadi KTNA ke 46, di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Jumat (22/9/2017).

Anggota Komisi IV DPR RI ini bahkan mengatakan, pemutaran film G30S/PKI semestinya tidak hanya diputar saat peringatan setiap tanggal 30 September saja, mengingat pentingnya hal tersebut sebagai bahan edukasi sejarah masyarakat.

“Kalau bisa tidak hanya menunggu setiap hari peringatannya saja. Tapi sedapat mungkin diputar setiap saat,” kata Titiek.

Titiek sendiri mengatakan, jika dilihat di media sosial, perkembangan PKI terlihat sudah semakin marak. Masyarakat mestinya dapat mengetahui hal itu dan menangkalnya agar tidak berkembang semakin besar.

“Kalau saya baca-baca di medsos, tidak tahu itu hoax atau bukan, kelihatannya sudah semakin parah. Masyarakat bisa melihat sendiri ada dimana-mana,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini film yang mengisahkan sejarah peristiwa Gerakan 30 September kembali diputar di tengah masyarakat. Panglima TNI dan Presiden sendiri menyuarakan pemutaran film tersebut. Pada masa kepemimpinan Pak Harto, film G30S/PKI rutin diputar setiap tanggal 30 September sebagai pengingat sejarah pada masyarakat.

Komentar