Turki Keluarkan Ancaman Jika Referendum Kurdistan Membahayakan

74
Ilsutrasi – Foto: Dokumentasi CDN

ANKARA – Pemerintah Turki menyebut siap melakukan apapun jika referendum warga Kurdistan menmunculkan dampak  bagi wilayahnya. Termasuk tindakan yang sesuai dengan hukum internasional pasca referendum yang digelar pada Senin (25/9/2017) pagi.

Turki menyebut, referendum kemerdekaan yang digelar Kurdi “batal demi hukum”. “Takkan mengakui gagasan tersebut sebab itu tak memiliki dasar hukum dan keabsahan dalam hukum internasional dan undang-undang dasar Irak,” tegas sebuah pernyataan dari Kementerin Luar Negeri Turki.

Referendum tersebut dianggap mengancam perdamaian dan kestabilan di Irak dan seluruh wilayah itu. Pada 7 Juni, Presiden Wilayah Kurdistan (KRG) Masoud Barzani menumumkan rencananya untuk menyelenggarakan referendum pada 25 September untuk mengupayakan kemerdekaan Wilayah Semi-Otonomi Kurdistan dari Irak.

Sejak itu, Irak, Turki, Iran dan Amerika Serikat telah berbicara untuk menentang referendum tersebut, dan mengatakan referendum itu akan mengancam keutuhan Irak dan makin merusak kestabilan wilayah itu.

Angkatan Bersenjata Turki telah melakukan pelatihan militer di dekat perbatasan Irak-Turki sejak 18 September, dengan melibatkan tank dan kendaraan berat militer. Lokasi pelatihan tersebut berada di sebelah utara perbatasan Suriah dan Irak dan memiliki tempat penyeberangan perbatasan Habur, yang menyediakan KRG dengan akses utama ke dunia luar.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Sabtu memperingatkan bahwa reaksi Turki bagi referendum kemerdekaan yang direncanakan di Wilayah Kurdistan Irak Utara akan memiliki dimensi keamanan, diplomatik, politik dan ekonomi. (Ant)

Komentar