19 Tahun Berjuang, Ratekalo Sikka Akhirnya Jadi Desa Persiapan

202

MAUMERE — Selama 19 tahun berjuang, warga desa Bhera kecamatan Mego kabupaten Sikka yang menginginkan adanya pemekaran desa Ratekalo akhirnya membuahkan hasil hingga bisa ditetapkan menjadi desa persiapan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2017.

Ketua Panitia pembentukan desa Ratekalo, Pidatus Roga menyebutkan, pihaknya memperjuangan pemekaran desa sejak tahun 1998 dan pernah gagal tahun 2012 dan baru pada 2016 mendapat sinyal dari pemerintah tentang pemekaran desa persiapan.

“Ini sejarah besar buat kami warga masyarakat desa persiapan Ratekalo serta anak cucu untuk tetap ingat dan untuk itu kami tidak mungkin untuk dilupakan sebab mimpi besar kami hari ini sudah bisa terwujud sehingga berterimah kasih kepada pemerintah,” ujarnya saat menerima Perbup desa Ratekalo dari bupati Sikka, Kamis (12/10/2017).

Pidatus berharap semoga desa persiapan Ratekalo yang sudah mendapat persetujuan bisa berjuang hingga memenuhi syarat menjadi desa definitif. Hal tersebut perlu kerja keras dan perjuangan dari semua eleman masyarakat dan pemerintahan desa Ratekalo.

Ketua DPRD kabupaten Sikka Rafael Raga,SP mengatakan, keinginan masyarakat untuk pemekaran desa persiapan tidak hanya untuk mendapat dana desa atau jabatan. Tapi yang paling penting mendekatkan pelayanan dan kesejeteraan masyarakat.

“Semangat ini tidak hanya pada hari ini kita menerima peraturan bupati tapi kita harus terus berjuang untuk mendapatkan peraturan daerah karena peraturan daerah kerja sama dan kerja keras pemerintah bersama DPRD Kabupaten Sikka untuk mengesahkan desa definitif,” pesannya.

Sementara itu Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera menegaskan, untuk mempersiapkan desa persiapan menjadi desa defenitif ke depan dalam aturan maksimal 3 tahun tapi kalau dipersiapkan secara baik bisa satu tahun jadi desa defenitif.

Tapi kalau tiga tahun tidak mempersiapkan secara baik maka akan bubar dari desa persiapan dan kembali ke desa induk sedangkan untuk menjadi pejabat kepala desa persiapan berasal dari Pegawai Negeri Sipil yang diangkat serta dilantik oleh bupati atas usulan camat.

Hadir pada acara penyerahan Peraturan Bupati Sikka hadir juga Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Sikka Robertus Ray,S. Sos, camat Mego Digabari Fernandes, SH, kepala Desa Bhera Simon Wara, BPD desa Bhera, tokoh masyarakat dan warga masyarakat desa persiapan Ratekalo.

Baca Juga
Ribuan Umat Katolik Hadiri Tahbisan Uskup Maumere MAUMERE – Ribuan umat Katolik baik yang ada di Kabupaten Sikka maupun kabupaten lainnya di pulau Flores sejak pukul 12.00 WITA mulai membanjiri lapang...
Penyelengaraan Festival Tiga Gunung Dikritisi LEWEOLEBA – Jalan-jalan di dalam Kota Leweoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, banyak yang masih berlubang. Apalagi untuk jalan yang penghubung antar ke...
BBM Langka di Lembata, Antrian Mencapai Dua Kilome... LEWOLEBA – Ratusan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, Selasa (25/9/2018), sejak pukul 02.00 WITA, mengantri di AMPS, satu-satunya Stasiun Pen...
Kemarau, PDAM Kupang Batasi Distribusi Air Bersih KUPANG - Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai membatasi distribusi air bersih untuk 12.000 pelanggan, sejak ibu k...
Warga Lembata Keluhkan Kelangkaan BBM LEWOLEBA – Ratusan kendaraan bermotor, baik roda dua atau lebih, sejak pukul 02.00 WITA, mengantre di AMPS, satu-satunya Stasiun Pengisian BBM di kota...
TKI NTT tak Pikirkan Dampak Pekerjaan KUPANG - Pengamat masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Pater Gregorius Neonbasu SVD, menilai para TKI ...
Perpustakaan Ramah Anak ke-100 Berdiri di NTT JAKARTA --- Taman Bacaan Pelangi meresmikan perpustakaan ramah anak yang ke-100 di SDK Nangapanda 1, Ende, Nusa Tenggara Timur. Peresmian perpustak...