Dinamika Asia Pasifik, Indonesia Harus Ambil Posisi Tepat

517
Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini saat memberi sambutan dalam seminar perihal dinamika kawasan Asia Pasifik di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta. Foto: Adista Pattisahusiwa

JAKARTA – Fraksi PKS DPR RI menggelar seminar internasional dengan tema ‘Asia Pasifik Dalam Dinamika Politik Regional’. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan dengan mengusung tema strategis ini guna mengetahui dinamika politik global khususnya di Kawasan Asia Pasifik dan pengaruhnya bagi Indonesia.

“Mengingat strategis, Asia Pasifik penting sebagai jantung kekuatan dunia,” tutur Jazuli dalam sambutannya di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Menurut Jazuli, sebagai negara besar di kawasan Pasifik, Indonesia punya peran penting untuk mengambil bagian dalam upaya menjaga stabilitas kawasan dan juga berpeluang mendapat benefit untuk kepentingan bangsa serta negara Indonesia.

Posisi ini, lanjut dia, penting karena Indonesia telah memasuki era globalisasi yang semakin dalam. Apapun perkembangan di kawasan bisa berdampak pada kondisi dalam negeri Indonesia. Apalagi negara-negara besar seperti Amerika dan China sedang bermain pengaruh di kawasan tersebut.

“Jadi, Indonesia yang sedang giat membangun membutuhkan kerjasama dan kemitraan strategis dengan negara-negara yang ada di sekitar kawasan,” katanya.

Untuk itu, pihaknya di Fraksi PKS benar-benar menghitung posisi dan peran di kawasan tersebut. Diharapkan Indonesia tidak sekadar menjadi penonton, tapi harus menjadi aktor penting yang berpengaruh.

Pergeseran kekuatan dunia dari Eropa dan Eropa Timur ke Asia Pasifik harus bisa dioptimalkan oleh Indonesia untuk menegaskan posisinya sebagai aktor utama dalam kontestasi geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi.

Disamping potensi kekuatan pertumbuhan tersebut, lanjutnya, yang perlu diwaspadai dari dinamika kawasan adalah eskalasi konflik mulai dari konflik perbatasan, kepemilikan pulau, laut China selatan, kelompok sparatis, termasuk Etnis di Rohingya.

“Kondisi tersebut memerlukan kajian mendalam untuk menelaah baik untuk kepentingan stabilitas kawasan maupun untuk kepentingan analisis geopolitik dan geostrategi negara-negara besar di kawasan Asia-Pasifik sehingga Indonesia bisa mengambil posisi dan peran yang tepat,” tuturnya.

 

Komentar