Dinkes: 60.251 Anak Bekasi Belum Terimunisasi Campak

42
Ilustrasi Imunisasi – Foto: Dokumentasi CDN

BEKASI — Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mengejar sisa sasaran kepesertaan imunisasi campak dan rubella sebanyak 60.251 anak di wilayah setempat dalam sisa empat hari perpanjangan waktu program tersebut hingga Sabtu (14/10).

“Kemeterian Kesehatan telah memperpanjang batas waktu untuk Kota Bekasi meraih target 95 persen dari total 611.964 sasaran imunisasi campak dan rubella hingga 14 Oktober 2017. Kami sedang intensif melakukan penambahan peserta,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Sukrawati di Bekasi, Selasa (10/10/2017).

Sebanyak sasaran itu tersebar di empat wilayah setempat, yakni Kecamatan Bekasi Utara yang baru mencapai 88,7 persen, Kecamatan Bekasi Barat baru 88,2 persen, Kecamatan Bekasi Selatan baru 88,2 persen, dan Kecamatan Bekasi Timur baru 87,9 persen.

“Mayoritas adalah anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Ada 52 sekolah yang sedang kami sasar di empat kawasan itu. Hampir 80 persen adalah sekolah swasta berbasis ilmu pendidikan Islam,” katanya.

Menurut dia, sejumlah program kerja telah disiapkan untuk meraih target itu, di antaranya dengan melibatkan peran manajemen rumah sakit swasta dan kalangan tokoh agama di wilayah itu.

Dezi mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Global Bros, Jalan K.H. Noer Alie Kalimalang, Bekasi Selatan serta Hermina Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan untuk kegiatan imunisasi.

Agenda imunisasi di dua rumah sakit ternama Kota Bekasi itu dimulai pada hari Kamis (12/10) mulai pukul 08.00 sampai dengan 10.00 WIB di RS Global Bros dan pukul 10.00 s.d. 13.00 WIB di RS Hermina.

“Kami juga meminta peran rumah sakit untuk melakukan penyisiran kepada masyarakat sekitarnya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan peran tokoh agama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi untuk memberikan pencerahan terkait dengan keamanan vaksin yang berasal dari India itu.

“Perwakilan MUI akan mendatangi sekolah-sekolah untuk ikut terlibat aktif mengajak siswanya dalam program ini,” katanya.

Dezi menambahkan bahwa pihaknya juga meminta semua puskesmas kembali membuka komunikasi dengan sekolah yang capaiannya masih di bawah 65 persen.

Kota Bekasi saat ini masih menduduki peringkat kedua terendah di Pulau Jawa setelah Kota Depok dalam capaian sasaran imunisasi campak dan rubella yang baru berkisar 90 persen dari target 95 persen yang digelar pada bulan Agustus s.d. September 2017.

Menurut Dezi, rendahnya capaian itu dipengaruhi sejumlah hal, di antaranya traumatis peredaran vaksin palsu pada tahun 2016 di kawasan itu, resistensi hukum syariah atas dugaan kandungan hewan babi dalam vaksin, serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

“Sosialisasi dengan melibatkan media baru intensif kami lakukan pada bulan September 2017. Informasi negatif dalam media sosial dalam kandungan vaksin membuat masyarakat ragu,” katanya.[Ant]

Komentar