Masyarakat Diminta Dukung Pemanfaatan Panas Bumi di Sumbar

62
Seorang tengah berdiri di lokasi panas bumi yang berada di Rimbo Pantai Kabupaten Pasaman/Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam hal pemanfaatan panas bumi yang ada di sejumlah daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, M. Nurnas mengatakan, pemanfaatan potensi panas bumi merupakan langkah efektif mengatasi kekurangan sumber daya energi listrik. Apalagi, energi tersebut dinilai ramah lingkungan sehingga tidak memiliki dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan.

“Hal ini telah dilakukan di berbagai negara yang kebutuhan sumber daya energi listriknya jadi terbantu. Dengan potensi panas bumi yang ada di Sumbar ini, sebaiknya juga bisa melakukan hal yang sama,” ucapnya di Padang, Kamis (12/10/2017).

Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, M. Nurnas/Foto: Ist

Namun, menurutnya untuk mewujudkan, perlu ada kerjasama dan dukungan dari masyarakat. Seperti halnya di Kabupaten Solok Selatan tengah dikerjakan. Diperkirakan pada tahun 2018 mendatang, hasilnya sudah bisa dinikmati. Akan tetapi jika ada yang mengganggu pengerjaannya, maka keinginan untuk menikmati sumbar daya energi yang lebih baik akan sulit terwujud.

“Beberapa waktu yang lalu ada penolakan yang didasari rasa khawatir keberadaan proyek geothermal akan merusak lahan pertanian. Padahal, jika dipahami dari cara kerja sama sekali tidak akan merusak seperti yang dikhawatirkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga mengatakan, proyek geothermal yang dikerjakan di Kabupaten Solok Selatan tidak akan merusak lingkungan seperti yang dikhawatirkan oleh masyarakat setempat. Karena, pemerintah bersama pihak yang menjalankan proyek telah melakukan kajian, sebelum memutuskan untuk mengebor potensi panas bumi tersebut.

“Jadi untuk mengambil panas bumi yang di Solok Selatan itu tidak ada yang dirusak, seperti membabat hutan. Karena yang dibutuhkan oleh pihak proyek itu tempat membor saja, palingan lubang bor hanya kecil. Intinya pemerintah inginkan, panas bumi termanfaatkan, tanpa merusak yang lainnya. Jika dalam kajian dinilai merusak, maka saya tidak akan memberi izin pemanfaatan panas bumi di Solok Selatan tersebut,” tegasnya.

Sumbar memiliki potensi panas bumi yang cukup melimpah, tidak hanya berada di Solok Selatan, tapi juga ada di Kabupaten Solok dan Kabupaten Pasaman.

Komentar