Pengusaha Ojek Online Sukabumi Sayangkan Pembekuan Angkutan Daring

57

SUKABUMI — Pengusaha ojek online lokal Sukabumi menyayangkan langkah Pemkot Sukabumi, Jawa Barat yang membekukan sementara operasi angkutan umum berbasis daring.

“Kami merasa prihatin dengan adanya pelarangan tersebut, apalagi aplikasi Ayojek yang merupakan satu-satunya karya putra daerah Sukabumi terkena imbasnya dari adanya larangan atau pembekuan tersebut,” kata pengusaha ojek online Ayojek Aris Munandar di Sukabumi, Kamis (12/10/2017).

Menurutnya, setelah adanya aturan pelarangan tersebut pihaknya langsung mengintruksikan kepada driver atau pengemudinya menggunakan atribut Ayojek dan tidak lagi melakukan perekrutan driver.

Ini membuktikan bahwa Ayojek patuh terhadap aturan yang dikeluarkan pemerintah. Padahal angkutan umum online lainnya semakin gencar melakukan perekrutan driver.

Maka dari itu, pemerintah harus tegas dan adil dalam membuat aturan jangan sampai, karya putra daerahnya “gulung tikar” imbas dari adanya larangan itu dan jangan sampai adanya aturan itu hanya untuk euforia sesaat saja.

“Kami selalu mentaati aturan yang dikeluarkan pemerintah dan soal perizinan tentunya akan dilengkapi. Kami tidak ingin masyarakat atau pengguna angkutan umum yang menjadi korban, jadi kami tidak ingin ada gesekan antara pengemudi angkutan online dengan konvensional,” tambah Aris.

Sementara, Kepala Dishub Kota Sukabumi Abdul Rachman mengatakan hingga saat ini pihak pengusaha angkutan umum online belum melaksanakan ketentuan yang ada di dalam Surat Keputusan Wali Kota Sukabumi khususnya dalam perizinan.

Maka dari itu, pihaknya tidak akan menunggu satu tahun untuk melarang seluruh kegiatan operasi angkutan umum berbasis daring jika masih tidak taat aturan alias ngeyel.

“Kami imbau kepada pengusaha angkutan online untuk selalu berkoordinasi dan menjalin komunikasi yang baik serta intens dengan pengusaha dan pengemudi angkutan konvensional agar ke depannya tidak lagi ada gesekan,” katanya.[Ant]

Komentar