Tenun Badui Mendunia

121

LEBAK – Menteri Koperasi dan UKM Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan produksi kerajinan tenun Badui mendunia sehingga menyumbang pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami minta perajin tenun Badui terus ditingkatkan kualitasnya agar lebih mendunia,” katanya saat mengunjungi kawasan permukiman Badui di Kabupaten Lebak, Kamis.

Pihaknya mengapresiasi produk kerajinan masyarakat Badui hingga terkenal di mancanegara.

Saat ini, permintaan pasar dunia cenderung meningkat sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan.

Karena itu, pihaknya meminta kualitas tenun Badui ditingkatkan juga motif warnanya.

“Kami berharap pemerintah daerah terus membantu peningkatan kualitas tenun Badui,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, pihaknya tentu akan mengoptimalkan promosi produk tenun Badui karena memiliki perbedaan dengan kerajinan daerah lain di tanah air.

Karakter tenun Badui lebih condong menggambarkan kecintaan terhadap kelestarian alam.

Sebab, alam itu harus dilestarikan sebagai tempat kehidupan manusia.

Oleh karena itu, tenun Badui banyak memiliki aneka warna diantaranya poleng hideung, poleng paul, mursadam, pepetikan, kacang herang, maghrib, capit hurang, susuatan, suat songket, smata (girid manggu, kembang gedang, kembang saka).

Selain itu juga motif adu mancung, serta motif aros yang terdiri dari aros awi gede, kembang saka, kembang cikur, dan aros anggeus. Motif tenun Badui itu juga memiliki makna tersendiri disesuaikan dengan budaya mereka.

“Kami berharap melalui promosi itu banyak menteri maupun pejabat negara membeli tenun Badui itu,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Dedi Rahmat mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan diversifikasi produk kerajinan tenun Badui.

Saat ini, tercatat 200 perajin tenun Badui terus dikembangkan karena dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

Pemerintah daerah juga memperkenalkan tenunan hasil karya perajin Badui pada pameran-pameran pembangunan yang diselenggarakan di Banten maupun DKI Jakarta.

Sebab kain tenun Badui memiliki nilai tradisional dan hasil produk dalam negeri.

“Kami optimistis produk tenun Badui itu mendunia karena kualitasnya cukup bagus dan unik,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Wujudkan Reformasi Agraria, Presiden Jokowi Serahk... TANGERANG SELATAN - Presiden Joko Widodo menyerahkan 10.000 sertifikat tanah untuk warga Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang di Indonesia C...
Waspadai Jalur Pelabuhan Tikus untuk Selundupkan N... JAKARTA --- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, mengkhawatirkan beberapa wilayah rawan atau pelabuhan tikus sering dimanfaatkan sindikat internasional unt...
Kemensos Tuntaskan Transformasi Rastra ke BPNT SURABAYA  - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan pada awal Februari 2019 menuntaskan transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Ras...
Lombok Timur Berindeks Kerawanan Pemilu Tertinggi JAKARTA – Kabupaten Lombok Timur dan Teluk Bintuni, memiliki indeks kerawanan pemilu tertinggi pada Pemilu 2019 mendatang. Masing-masing daerah memili...
Bawaslu Ingatkan Caleg dan Parpol tak Kampanye di ... KARIMUN --- Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengingatkan kepada para calon anggota legislatif maupun partai politik, untuk tid...
Presiden: Perlu Konsolidasi Kuat Hadapi Gejolak Ek... JAKARTA --- Presiden Joko Widodo mengingatkan perlunya koordinasi dan konsolidasi yang kuat antara otoritas fiskal, moneter dan dunia usaha dalam meng...
Kementerian PUPR Buka 1.000 Formasi CPNS JAKARTA --- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka kesempatan kepada seluruh putra-putri Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai...