Thailand Gelar Pemilu November Tahun Depan

37
Ilustrasi Thailand – Foto: Dokumentasi CDN

BANGKOK – Thailand akan mengadakan pemilihan umum pada November 2018. Saat tersebut dinilai menjadi waktu paling pasti diberikan untuk pemungutan suara sejak mengambil alih kekuasaan dalam kudeta militer pada 2014.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa tanggal pastinya akan diumumkan pada Juni 2018. Penguasa itu telah mengumumkan tanggal pemilihan umum setidak-tidaknya dua kali pada masa lalu untuk mendorong tentara kembali ke pemerintahan, mengkhawatirkan keadaan, seperti, perubahan konstitusi dan masalah keamanan.

” Pada November, kita akan mengadakan pemilihan umum. Sekitar Juni, kami akan mengumumkan tanggal pemilihan umum berikut,” kata Prayuth di Gedung Pemerintahan Bangkok, Selasa (10/10/2017).

Prayuth yang merupakan mantan Panglima Militer setempat, mengatakan bahwa perlu mengakhiri satu dasawarsa kekacauan politik dan membasmi korupsi. Prayuth yang memimpin pasca kudeta militer selama ini sering mendapatkan kecaman dari barat.

Pada April, Raja Maha Vajiralongkorn mengesahkan sebuah konstitusi yang didukung militer untuk memulai proses pemilihan yang telah dijanjikan junta akan memulihkan demokrasi.

Piagam baru tersebut menyediakan sistem pemungutan suara yang proporsional dan cenderung mengurangi pengaruh partai politik besar. Kebijakan tersebut dinilai para kritikus bertujuan untuk memperkuat peran militer.

Pengulas memperkirakan kegiatan politik akan dilanjutkan perlahan setelah pemakaman Raja Bhumibol Adulyadej bulan ini. Mengakhiri satu tahun berkabung bagi seorang raja yang dilihat orang Thailand sebagai sosok ayah.

“Prayuth ingin menunda pemilihan umum, tapi dia tahu bahwa setelah perabuan raja akan ada tekanan untuk pemilihan umum,” demikian Kan Yuenyong dari kelompok pemikir Satuan Intelijen Siam.

Yuenyong menyebut, pengumuman untuk pemilihan umum pada November tahun depan akan mengurangi tekanan terhadap pemerintah. Diprediksikan, jika pemilu tidak segera digelar, mungkin akan ada peluang untuk melakukan unjuk rasa. (Ant)

Komentar