Pasar Sentral Kendari, Megah di Luar, Caruk Marut di Dalam

CENDANANEWS, Menengok Pasar Sentral Kendari dengan bangunan baru yang megah dengan dominasi warna merah. Pasar Sentral Kendari diresmikan oleh Menteri Ekonomi dan UMKM, Dr. Syarief Hasan MBA, MM pada tanggal 22 Mei 2014. Pasar sentral Kota Kendari dibangun di lahan seluas 1,76 hektar dengan luas bangunan 3,06 hektar yang dapat menampung kurang lebih 2000 pedagang. Terdiri atas 3 lantai dengan 1032 unit kios, 498 unit lapak/petak dan hall. Pasar ini juga dilengkapi eskalator, lift dan ganset. Biaya pembangunan pasar ini berasal dari APBD murni Kota Kendari sebesar 122,3 M selama tiga tahun.
Dengan biaya pembangunan yang fantastis, diharapkan pasar sentral kota Kendari benar-benar bermanfaat bagi para pedagang pasar sekaligus memberikan rasa nyaman bagi pedagang dan juga pembeli, 
Sekilas jika kita lihat dari luar, Pasar sentral kota Kendari memang tampak megah, bersih dan rapi. Tetapi begitu masuk ke dalam, kesan rapi otomatis sirna karena yang pengunjung dapati adalah penataan pedagang yang tidak sesuai dengan kategori dagangan sehingga menyulitkan pengunjung untuk menemukan kebutuhan yang dicari. 
Di lantai satu misalnya, beberapa kios menjual pakaian tetapi tepat di depan mereka banyak pedagang buah, sayur dan bumbu dapur yang menggelar dagangannya di lantai bawah, yang seharusnya area itu untuk lalu lalang pengunjung, kondisi ini jelas membuat pengunjung tidak nyaman. 
Semakin masuk ke dalam semakin banyak terlihat ruangan kosong padahal masih banyak pedagang yang tumpah ruah di luar gedung, akan jauh lebih rapi dan nyaman bagi pedagang jika semuanya bisa berjualan di dalam gedung karena mereka akan terlindung dari panas dan hujan sekaligus membuat pengguna kendaraan terutama pengayuh becak melewati jalan sekitar pasar. 
Tetapi mungkin permasalahan tidak sesederhana itu, mungkin para pedagang yang terpaksa berjualan di luar gedung tidak mampu membayar uang sewa. Sayangnya, kunjungan pertama pada hari Sabtu (31/01/2015) sore maka tidak bisa menemui satu pun pengelola pasar sentral kota Kendari. Semoga pada kunjungan berikutnya, didapatkan jawaban atas caruk marut ini. 
——————————————-
Minggu, 1 Januari 2015
Penulis : Sari Puspita Ayu
——————————————-
Lihat juga...