hut

Pemilik 1 Truk Telur Asal Binjai Akhirnya Lengkapi Dokumen

CENDANANEWS- Pasca diamankannya 1 truk berisi ribuan butir telur dalam ratusan egg tray akhirnya sang pemilik segera melengkapi dokumen yang sesuai dengan prosedur pengiriman hasil peternakan yang ditetapkan oleh Dinas Peternakan, serta Balai Karantina Pertanian asal daerah pengiriman.
Menurut Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung wilayah kerja Bakauheni Drh. Azhar pemilik berjanji akan segera melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.
“Sesuai aturan dokumen yang seharusnya ada memang tak dibawa oleh sopir namun pemilik akhirnya segera mengirimkan surat aslinya melalui jasa pengiriman, secepatnya,” ujar Drh Azhar Sabtu (31/1/2015).
Saaat dilakukan penyelidikan oleh petugas BKP Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni, pemilik 1 truk telur tersebut merupakan milik seorang pengusaha telur di Binjai Sumatera Utara. Diketahui pemilik bernama Harlie Soedono yang mengaku memang memiliki usaha pendistribusian telur yang dikirim ke Serang.
“Surat kelengkapan berupa Kesehatan Hewan, hasil laboratorium pun sudah dikirimkan. Akhirnya sopir berikut truk yang mengirimkan telur kita perbolehkan melanjutkan perjalanan,” tegas Drh Azhar.
Sebelumnya diberitakan BKP Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni menggagalkan pengiriman sekitar 270.500  butir telur ayam eropa dalam 900 egg tray dari kardus  berjumlah sekitar 20 ton yangh tak dilengkapi dokumen apapun selain surat drop out dari perusahaan.
Truk tersebut diamankan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni pada Kamis malam (29/1/2015) di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Pengamanan tersebut merupakan hasil pemeriksaan rutin petugas BKP bersama dengan anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni Polres Lampung Selatan.
Sebanyak 1 truk telur tersebut dikirim menggunakan mobil jenis tronton dari Binjai Sumatera Utara menuju Serang Timur, Banten. Telur yang disusun dalam egg tray tersebut dibawa menggunakan truk bernomor polisi BL 8541 AC yang dikemudikan oleh sopir bernama Sinaga.
Dokumen yang tak dilengkapi oleh sang pengirim dan tak dibawa oleh sopir saat pengiriman menurut drh Azhar diantaranya uji laboratorium dari provinsi terkait keterangan bebas virus Avian Influenza (AI), Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah setempat sementara sopir hanya membawa surat drop out pengiriman barang dari tempat pengiriman.Bahkan jika barang ini merupakan barang impor maka harus ada izin impor dan pemasukan barang.
Dugaan awal telur tersebut merupakan telur dari Malaysia namun belakangan pemilik, Harlie Soedono membantahnya. Kepada Kepala Kantor BKP Wilker Bakauheni Harlie mengaku memang berbisnis telur dengan menjadi pengumpul yang selanjutnya mendistribusikan telur dari para peternak ayam petelur di daerah Binjai, Sumatera Utara.
—————————————
Minggu, 31 Januari 2015
Penulis : Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
—————————————
Lihat juga...