Petani Dipusingkan Dengan Hama Ulat dan Keong Mas

CENDANANEWS, Puluhan petani padi pemilik ratusan hektar  area persawahan di Desa Tetaan Kecamatan Penengahan mengeluhkan hama yang menyerang tanaman padi milik mereka. Padi berusia sekitar 30 hari tersebut diserang hama ulat dan keong mas yang menyerang daun sehingga membuat tanaman padi yang masigh berumur muda pupus tak berdaun.

Menurut salah seorang petani Desa Tetaan, Waluyo (38) yang sedang menyemprot  dengan obat hama di sawahnya, serangan hama ulat mulai menyerang saat tanaman padi miliknya berusia sekitar 20 hari. Akibatnya ia harus rajin melakukan penyemprotan dengan obat obatan  untuk mengurangi hama tersebut.

Selain dengan cara manual memeriksa tanaman padi dan mengambil ulat daun yang menyerang  ia juga melakukan penyemprotan  agar hama tak meluas. Tanda fisik beruba daun yang berlubang dan digerogoti ulat menjadi tanda untuk memeriksa rumpun padi yang diserang hama ulat tersebut.

“Harus selalu rajin saya semprot agar tak berkembang biak, bisa ludes tanaman padi milik saya kalau tidak diantisipasi lebih dahulu,” ujar Waluyo kepada Cendananews.com Jumat (13/2/2015).

Penanganan secara manual juga dilakukan saat tanaman padinya dimakan oleh hama keong mas yang bahkan bertelur di pangkal pangkal batang padi yang masih muda.

Kalau masih bertelur keong mas akan meletakkan telurnya di batang padi, rumput serta media lain yang ada di sawah. Telur keong mas berwarna merah muda menempel di batang batang padi. Makanya saya harus rajin membersihkan telur tersebut dan juga mengambil  keong mas yang masih hidup.

Waluyo menambahkan hama keong mas dibasmi selain dengan menggunakan obat anti hama juga dipunguti secara manual agar tak bertelur dan berkembang biak. Keong mas akan mengganas setelah menetas sebab keong mas yang baru menetas akan menyerang daun daun padi hingga ludes, akibatnya pertumbuhan tanaman padi  terganggu dan bisa gagal panen.

Selain mencegah dengan cara memunguti keong yang masih hidup lalu memusnahkannya di sawah, Waluyo juga mengaku mengumpulkan keong mas tersebut untuk pakan ternak bebek miliknya.

Para petani berharap agar dinas pertanian setempat memberikan bantuan obat obatan untuk menyelamatkan tanaman padi yang mereka tanam. Sebab Keong mas yang memiliki nama ilmiah Pomacea canaliculata Lamarck merupakan hewan molusca yang merugikan para petani.

———————————
Jumat, 13 Februari 2015
Penulis : Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
———————————
Lihat juga...