hut

Polsek Penengahan, BKP Bakauheni Amankan Burung Tak Berdokumen

CENDANANEWS, Puluhan kotak buah, kardus yang di dalamnya berisi ratusan ekor burung berbagai jenis diamankan di Bakauheni oleh Polsek Penengahan dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni Lampung Selatan pada Selasa (3/2/2015) sekitar pukul 05:30 WIB sebelum menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Menurut Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub, ratusan burung tersebut diamankan oleh anggota Polsek Penengahan berkoordinasi dengan BKP Bakauheni.
“Benar subuh tadi kami amankan dan langsung kami koordinasikan dengan pihak Balai Karantina untuk proses selajutnya,” ujar AKP Mulayadi Yakub saat dikonfirmasi Selasa siang.
Ratusan burung berbagai jenis yang merupakan jenis burung tak dilindungi tersebut diantaranya ratusan jenis burung Cucak Hijau, Cucak ranting, Jalak Kerbau, Trocok, Pelatuk dan beberapa jenis burung kecil lainnya.
Menurut salah satu petugas BKP Wilker Bakauheni, ratusan burung tersebut diamankan karena tak memiliki dokumen. Burung diamankan dari bus Laju Prima jurusan Provinsi Jambi menuju Jakarta yang melintas melalui Jalan Lintas Timur.
Sementara itu Penanggung jawab Kantor BKP Kelas I Wilker Bakauheni drh.Azhar mengungkapkan ratusan burung tersebut disita karena melanggar aturan karantina diantaranya tak dilengkapi dokumen smestinya. Dokumen tersebut diantaranya izin pengumpul dari tempat asal, izin Surat Kesehatan Hewan dari dinas kesehatan setempat, izin angkut serta alat angkut yang tak semestinya.
“Sementara kita amankan dan jika pemiliknya tak bisa menunjukkan dokumen yang seharusnya burung burung ini akan dilepasliarkan atau pemilik bisa mengajukan surat penolakan pengiriman,” terang Azhar.
Pengiriman satwa jenis burung menurut Azhar dengan menggunakan moda transportasi umum jenis bus ditengarai membahayakan penumpang. Sebab burung merupakan salah satu media untuk penyeberan virus avian influenza atau flu burung. Karenanya ujar Azhar, dokumen yang telah disyaratkan harus dipenuhi oleh pengirim satwa jenis burung tersebut.
Penyelundupan satwa berbagai jenis diantaranya burung selalu menggunakan moda transportasi bus umum. Dalam beberapa bulan terakhir penyelundupan satwa tersebut terus dilakukan tanpa kelengkapan dokumen yang ditetapkan oleh Balai Karantina Pertanian.
——————————————
Rabu, 4 Februari 2015
Penulis : Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
—————————————–
Lihat juga...