hut

Beruang Ancam Warga di Riau

Beruang yang dijaring kemudian dibawa ke BBKSDA
CENDANANEWS (Riau) – Makin sempitnya areal habitat dibabat manusia untuk perkebunan, membuat kawanan beruang masuk ke pemukiman. Setelah di kota Pekanbaru, kini kawanan beruang juga ditemukan di Kabupaten Pelalawan dan Rokan Hulu.
Di daerah Langgam Kabupaten Pelalawan, lima ekor beruang masuk ke lahan perkebunan sawit mili PT Langgam Inti Hibdrindo (LIH). Salah seekor beruang malah sempat mencidrai salah seorang karyawan yang sedang bekerja di perkebunan itu.
Humas PT LIH, Yusman menyebutkan, dua bulan lalu karyawan melihat ada lima ekor beruang yang masuk ke kawasan mereka. “Bahkan salah seorang karyawan PT LIH sempat dicakar beruang itu. Beruntung lukanya tak parah. Ini mengancam keselamatan para karyawan,” ungkapnya.
Karena sudah mengancam, mereka melaporkan kejadian itu ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.  Oleh BBKSDA lalu dipasang perangkap. Hasilnya, dua ekor beruang dewasa, berjenis betina dan jantan berhasil ditangkap. Tiga ekor lagi lolos.
Dua beruang yang ditangkap di Pelalawan dilepas di Suaka Margasatwa Bukit Rimba Baling, Kampar, Riau
“Karena diperkirakan masih ada yang lolos, pihak BBKSDA kembali memasang perangkap. Kita berharap beruang yang lolos, yang diperkirakan anak beruang bisa terperangkap,” kata Yusman.
Sementara di Dusun Hutan Baru Desa Menaming Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, warga terpaksa membunuh salah seekor beruang yang masuk pemukiman. 
Kepala Desa Menaming Firdaus Daulay menyebutkan, ada dua ekor beruang warna hitam yang masuk ke pemukiman. “Karena dianggap membahayakan, warga kemudian mengepung beruang itu. Ketika sudah terkepung, beruang itu kemudian dipukul beramai-ramai,” kata Firdaus.
Penangkapan beruang itu kemudian dilaporkan kePolres Rokan Hulu dan BBKSDA Riau. Saat bangkai beruang dibawa ke Polres, sejumlah taring dan kuku beruang ditemukan tidak ada lagi.
Wakil Bupati Rokan Hulu Hafith Syukri, Rabu (11/3) berharap pihak BBKSDA secepatnya bisa menangkap hewan yang termasuk dilindungi itu. “Jangan sampai beruang itu ditangkap warga, lalu dibunuh,” ujar Hafith.
Wakil Bupati Rohul berharap warganya tidak lagi membunuh beruang. Alasannya, beruang bisa muncul ke pemukiman, karena habitatnya semakin sempit karena dijadikan areal perkebunan dan pemukiman. 
“Kita minta camat dan kepala desa, agar bisa memberikan imbauan ke masyarakatnya. Jangan sampai membunuh Beruang yang merupakan salah satu hewan yang dilindungi pemerintah. Bila Beruang tersebut tidak menganggu, diharapkan jangan diganggu,” tegas Wabup
Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Johnny Lagawurin menyatakan kedua beruang yang berhasil ditangkap di Pelalawan, dilepasliarkan lagi di Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, Riau. (denni risman)
————————————————
Jumat, 13 Maret 2015
Jurnalis : Denni Risman
Editor : Sari Puspita Ayu
———————————————–
Lihat juga...