hut

Jaksa Tuntut Direktur PT Cendrawasih Dua Tahun Penjara

Ilustrasi  [net]

CENDANANEWS – Terdakwa dugaan korupsi proyek peningkatan kualitas dan kuantitas ruang terbuka non hijau Kota Bukittinggi 2013, Yuliasri dituntut hukuman kurungan penjara sela dua tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta denda Rp 100.000.000.
“Menuntut terdakwa Yuliasri dengan hukuman penjara selama dua tahun penjara, dan denda Rp100 juta, subsider enam bulan,” ujar JPU Rahma Noviyanti Cs di Padang, Kamis (19/3/2015).
Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp509 juta, subsider satu tahun penjara. Terdakwa yang didampingi oleh Penasihat Hukum (PH) Suriadi, menyatakan pihaknya akan mengajukan pembelaan (pleidoi) di sidang selanjutnya.
“Saya akan mengajukan pledoi melalui PH saya pak hakim,” jawabnya.
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Padang yang diketuai Hakim Sapta Diharja, memutuskan untuk menunda persidangan dua pekan ke depan setelah mendengar jawaban dari terdakwa.
“Sidang diundur hingga dua pekan, silahkan penasehat hukum terdakwa menyiapakan pembelaan yang akan dibacakan pada sidang selanjutnya,” tegas Hakim Sapta Diharja.
Dari dakwaan JPU disebutkan, kasus itu bermula saat terdakwa Yuliasri, yang menjabat Direktur PT Cendrawasih Mulo Ano (PT CMA), memenangkan tender proyek peningkatan kualitas dan kuantitas ruang terbuka non hijau Bukittinggi pada 2013, dengan nilai kontrak Rp2,6 miliar.
Sayangnya, perusahaan milik terdakwa itu ternyata dipakai oleh Direktris dari CV Simon, Lidia, dalam pelelangan. Hal itu diakui Lidia ketika dihadirkan sebagai saksi pada sidang sebelumnya.
“Saya tahu proyek tersebut dari internet, karena perusahaan yang saya miliki kategori kecil kemudian minta tolong kepada Yuliasri, menggunakan nama PT CMA yang dipimpinnya untuk mengikuti tender, kemudian menang. Dasarnya hanya kepercayaan saja, tidak ada kuasa dan sudah lazim dalam dunia kontraktor,” jelas Lidia pada sidang sebelumnya.
Lidia juga mengaku mengalami kerugian keuangan sebesar Rp509 juta, akibat proyek itu telah digantinya menggunakan uang pribadi melalui terdakwa ke penyidik Kejaksaan Negeri Bukittinggi.
“Uangnya dari saya, dan telah dikembalikan kepada penyidik sesuai besaran yang menjadi temuan Inspektorat,” katanya.

———————————————————-
Jumat, 20 Maret 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...