hut

Terkait 6 Kasus, Rektor IAIN Padang Diberhentikan

Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Sumatera Barat, Makmur Syarief [foto:CND]
CENDANANEWS – Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Sumatera Barat, Makmur Syarief resmi diberhentikan dari jabatannya tertanggal  6 Februari 2015. Namun baru melepas jabatannya hari ini (Kamis 19/3/2015) pada serah terima dengan Pengganti Sementara (Pgs) Rektor Asasriwarni. Hal ini disebabkan lambatnya diterima SK tersebut, sehingga penggantian Rektor molor hingga satu bulan.
Hal ini disampaikan oleh Humas IAIN Imam Bonjol Padang, Afrinal Aliman. Menurutnya pemberhentian Rektor Makmur Syarief  ini berdasarkan pada SK (Surat Keputusan) Menteri Agama RI, No B.II/3/PDJ/00991/2015 dan menetapkan Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Asasriwarni, MH sebagai Pengganti Sementara (Pgs) Rektor dengan SK Menag No. B.III/3/019891 yang terhitung sejak tanggal 9 Maret 2015.
Terkait isu bahwa beberapa petinggi IAIN juga turut dicopot, Makmur Syarief membantah. Seperti yang disampaikan Makmur dalam acara serah terima jabatan Rektor dengan PGS yang baru, di auditarium kampus Pasca Sarjana IAIN Imam Bonjol Padang, Kamis Dia menyatakan bahwa hanya dirinya saja yang diberhentikan oleh Menteri.
“Saya mohon maaf kepada bapak-bapak Wakil Rektor yang juga ikut kena getahnya, hanya saya saja yang dicopot dari jabatan Rektor. Yang lainnya tidak, hanya ikut dikabarkan miring saja,” ujar Makmur Syarief pada tamu yang hadir di acara serah terima jabatan, Kamis (19/3/2015) siang itu.
Ia juga menjelaskan bahwa, dirinya terganjal 6 buah kasus yang membuatnya tidak bisa dimaafkan. Dan harus menerima pemberhentiannya walau masa jabatannya masih ada selama 4 buan lagi.
“Meski saya sudah berbicara dengan Menteri dan Wapres (Wakil Presiden), tapi kesalahan ini tidak bisa dimaafkan. Tidak ada maaf bagimu nampaknya hehehe,” kelakar Makmur terkait kasus yang membuatnya harus melepaskan jabatan rektor.
Enam kasus yang menjerat Makmur tersebut adalah, Kasus lokal (kelas) jauh dan lokal kerjasama yang dilakukan dengan STAIN Kerinci dan STAI Yastis Pasaman Barat. Kasus kedua yang menjerat Guru Besar Fakultas Syariah ini adalah uang kuliah mahasiswa  Pasca Sarjana yang dipenggunaan dan tidak dimasukkan ke Kas Negara, kasus ketiga tentang izin Pasca Sarjana yang terlambat. Tiga kasus lainnya terkait dengan SK fiktif seorang pegawai, lalu mark up perjalanan dinas (uang perjalanan dinas yang gembung dan berlebih) dan pemberian biaya penelitian pada karyawan.
Kasus tersebut masih dalam tahap penyelesaian. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro AUAK Dasrizal pada cendananews.com bahwa beberapa kasus masih dalam proses pengembalian uang ke negara. Namun ia berdalih dan tidak mau menunjukkan SK Menteri terkait pemberhentian itu, dengan alasan bahwa dokumen negara dan rahasia.
“Ya. Semua uangnya sudah dikembalikan ke negara, uang yang berlebih itu. Namun  bagaimana cara mengembalikannya itu masalh teknis, mau diangsur atau secara bertahap, yang penting ada niat. Sampai ini satu dua orang masih ada juga yang bandel, ada juga yang belum mengembalikan uangnya. Tapi kita selalu ingatkan,” pungkas Dasrizal pada cendananews.com Kamis (19/3/2015) sore.
Dengan penggantian itu, IAIN Imam Bonjol Padang memiliki Pgs Rektor hingga dilantiknya rektor baru pada Juli 2015. Asasriwarni yang ditemui usai serah terima jabatan itu, dengan santai menjawab bahwa ia hanya akan meneruskan tugas Rektor terdahulu dan mempersiapkan pemilihan rektor pada bulan April hingga Mei 2015.
“Saya hanya meneruskan, lalu mepersiapkan pemilihan Rektor baru setelah itu pelantikannya pada bulan Juli, setelah itu tugas saya selesai,” jelas Pgs Rektor IAIN Imam Bonjol Padang, Asasriwarni. 

———————————————————-
Kamis, 19 Maret 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...