hut

Meski Pembeli Menurun, Pedagang Amplang Bertahan Di Balikpapan

Pedagang Amplang

CENDANANEWS (Balikpapan) – Anda yang pernah datang ke Provinsi Kalimantan Timur tentunya mengenal makanan atau camilan oleh-oleh khas Kalimantan Timur yakni Amplang. Amplang merupakan salah satu makanan ringan dari Kalimantan Timur, tepatnya di kota Samarinda dan Balikpapan. Makanan ringan ini terbuat dari ikan. Orang luar Kalimantan Timur menyebutnya kerupuk Ikan. Rasanya gurih dan enak membuat kerupuk ikan ini dikenal masyarakat Indonesia.
Yuli salah satu pemilik Toko Salsabila yang menjual berbagai camilan khas asal Kaltim sangat bahagia karena bisa memperkenalkan Amplang kepada pengunjung yang datang ke tokonya. Dirinya membuka Toko Salsabila ini sejak tahun 2004 lalu di jalan Ahmad Yani kota Balikpapan. Usaha amplang yang dimilikinya merupakan usaha keluarga, yang awalnya dari Kota Samarinda Yakni Karya Kita.
Lambat laut Yuli mencoba membuka toko Amplang di Balikpapan yang diberi nama Toko Salsabila yang diproduksi oleh Karya Kita di kota Samarinda. Usaha Amplang yang digelutinya mulai berangsur ramai dikunjungi pembeli dari berbagai daerah yang datang ke Kalimantan Timur.
“Setiap bulannya kami produksi 2 ton, bahkan bila ramai bisa produksi lebih dari itu. Produksi amplangnya bisa bertahan 3 bulan dan tidak hancur,” paparnya Sabtu (25/4/205).
Yuli mengatakan amplang produksinya memiliki beberapa rasa yakni rasa bumbu dan rasa ikan tengiri serta pipih. Dari penjualan amplang ini omzet yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan membayar 3 karyawannya. Bahkan bila ramai pembeli bisa untung lebih.
“Pengunjung yang datang bisa membeli dua kardus hingga 3 kardus bahkan lebih. Isi satu kardus atau kotak itu bisa 20 bungkus yang harganya Rp 5.000. Tidak hanya amplang yang dibeli tapi kami juga menyediakan berbagai macam camilan khas Kaltim,” ungkapnya.
Namun sejak harga-harga mulai merangkak naik dan berbagai kebijakan pemerintah yang melakukan penghematan anggaran, Yuli mengatakan pembeli mulai berkurang bahkan turun hingga 50 persen. “Ya sejak bulan februari 2015 sampai sekarang pembeli mulai berkurang. Mungkin turun sampai 50 persen,” keluhnya.
Turunnya pembeli dan harga-harga bahan pembuatan amplang yang naik tidak membuatnya sedih. Namun Yuli harus tetap semangat usaha amplangnya bisa kembali ramai. Walau harga naik dan pembeli menurun, Pihaknya tidak menaikkan harganya. Bahkan kualitas rasa tetap terjaga.
Yuli berharap situasi kembali pulih dan animo masyarakat membeli makanan khas kaltim tetap ada dan terus meningkat. Selain itu, harapannya kunjungan wisatawan di Kaltim tetap tinggi dan akan berdampak pada pembelian makanan khas Kaltim pada ukm-ukm di Balikpapan.

Di sepanjang jalan Ahmad yani kota Balikpapan ini banyak Toko makanan camilan khas Kalimantan Timur. Pastikan perjalanan anda lebih lengkap dengan membawa camilan oleh oleh khas Kalimantan Timur Amplang. 

———————————————-
Sabtu, 25 April 2015
Jurnalis : Ferry Cahyanti
Fotografer : Ferry Cahyanti
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!