Akar Tuli: Kami Ingin Berkomunikasi dengan Banyak Orang

Komunitas Akar Tuli
CENDANANEWS (Malang) – Sebuah komunitas Aksi Arek Tuli (Akar Tuli) yang berada di Malang ingin mempromosikan bahasa isyarat kepada masyarakat luas agar mereka dapat berkomunikasi dengan lebih banyak orang.
Ketua Akar Tuli Nursamsyan Fajrina atau yang lebih akrab dipanggil Aji melalui terjemahan seorang sukarelawan (Volunter) menyebutkan, dengan mempromosikannya, mereka ingin meyakinkan masyarakat bahwa bahasa isyarat bukan hanya untuk teman-teman Tuli saja, namun semuanya juga perlu mempelajarinya.
Ketua Akar Tuli Nursamsyan Fajrina
dan salah satu Volunteer Fida
“Kami sebenarnya memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kalian, bedanya kami menggunakan bahasa isyarat sedangkan kalian menggunakan bahasa verbal atau oral untuk berkomuikasi. Kami ingin berkomunikasi dengan lebih banyak orang lagi, tidak hanya sebatas berkomunikasi dengan teman-teman tuli,” jelasnya.
Disebutkan, mereka adalah kumpulan orang-orang Tuli, bukan seorang Tuna Rungu. Tuna Rungu memiliki pengertian gangguan sakit dalam pendengaran, dan sakit identik dengan obat dan terapi yang terkadang membuat mereka pusing. 
“Betul kami tidak bisa menangkap informasi dalam hal suara, tapi jika kami disebut sedang sakit merupakan sesuatu yang kurang tepat. Kami lebih senang di sebut Tuli,”katanya.
Aji menjelaskan bahwa Komunitas Akar Tuli didirikan pada bulan September 2013 oleh teman-teman Tuli kota Malang dan memiliki 40 anggota Tuli serta 10 Volunteer untuk membantu kita berkomunikasi dengan masyarakat. 
Komunitas ini dibuat untuk mengembangkan potensi diri dari teman-teman Tuli karena banyak dari mereka yang memiliki keahlian seperti melukis, dance, pantomim dan sebagainya.
Aktifitas dari komunitas Akar Tuli sendiri diantaranya memberikan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO)kepada masyarakat, mempromosikan bahasa isyarat melalui media online, olahraga dan perform akar tuli ceria. 
Pelatihan bahasa isayarat terbuka untuk umum dan gratis, bagi yang ingin belajar dan tertarik dengan bahasa isyarat atau ingin menjadi volunteer kami bisa datang langsung ke gazebo UB atau di Car Free Day, kami akan sangat senang sekali, jelasnya.
——————————————————-
Minggu, 31 Mei 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...