Belajar Ketekunan dari Usaha Tanaman Bonsai

Tanaman Bonsai
CENDANANEWS (Denpasar) – Bonsai merupakan jenis pohon yang berasal dari China namun menjadi trend internasional di Jepang. Tanaman ini bisa menjadi dekorasi baik interior maupun eksterior sesuai keinginan pemiliknya. Dan Bonsai juga dapat menjadi rekreasi bagi penggila bonsai yang suka berkebun. Sesuatu yang membanggakan, Bali memiliki seniman Bonsai yang diakui dunia yaitu I Gede Merta, asal Karangasem yang sampai saat ini menetap di Denpasar.
Di Bali, tanaman bonsai masih menjadi lahan penghasilan, meski fenomena tanaman ini tidak seperti dulu. Tepatnya di Desa Jumpai di klungkung Bali merupakan daerah sejuk nan asri. Desa yang memiliki sejarah panjang sebagai keturunan langsung dari punggawa Kerajaan Majapahit ini merupakan surga bagi pertanian. 
Petani Bonsai desa Jumpai mencoba mengembangkan tanaman ini sebagai desain interior dan eksterior rumah. Juniper merupakan pohon yang paling diandalkan karena memiliki ketahanan akan iklim serta cuaca yang cukup bagus. Sedangkan tanaman lainnya yang dapat dijadikan Bonsai contohnya adalah pinus, cemara, dan berbagai jenis pohon ara.
Raka, petani Bonsai menjelaskan, bahwa untuk membuat pohon Bonsai perlu ketekunan tersendiri serta keahlian matang dalam hal memotong tanaman. 
“Membentuk bonsai dari bibit hingga ia menjadi Bonsai yang indah biasanya membutuhkan waktu cukup lama, namun tergantung jenis bibit Bonsai nya juga. Paling lama membentuk Bonsai bermutu tinggi apalagi berkualitas kontes bisa sampai lima tahun,” jelas Raka.
Bonsai yang coba dikembangkan Raka masih dari jenis pohon-pohon tropis dengan ukuran 15cm sampai 1meter. Kesabaran menunggu dalam melakukan cutting dapat menjadi kunci sukses membentuk Bonsai selain pemilihan bentuk Pot yang tepat. 
“cahaya matahari dan ketekunan itu juga berpengaruh besar dalam membentuk bonsai. Tidak usah membayangkan bentuk kontes dulu, yang penting bonsai yang bagus untuk dijadikan hiasan dirumah kita terlebih dahulu,” sambung Pria yang sehari-harinya bekerja di sebuah Art Shop di Denpasar.

——————————————————-
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...