Berawal Suka, Mantan Jurnalis Ciptakan Cokelat Durian

Suhartono
CENDANANEWS (Balikpapan) – Berawal dari suka, lama-lama menjadi kegiatan usaha. Itulah yang dialami Suhartono, mantan jurnalis majalah nasional Gatra di Balikpapan, Kalimantan Timur, sukses mengenalkan cokelat rasa durian. 
Usaha yang diawali dari hobi menyantap buah durian inilah yang membawa Suhartono banting setir. Dari ‘juru masak’ kata-kata menjadi pengolah makanan yang sukses.  
“Dulu saya ini penggemar durian, sekaligus penyuka cokelat,” Suhartono mengawali perbincangan. 
Ia mengaku bosan dengan cokelat yang beredar di pasaran saat itu. “Rasanya sama saja, kurang variatif,” imbuhnya. Dari situlah terbersit untuk menggabungkan coklet dan durian. Tak ingin juga meniru-niru pembuatan coklat yang sudah ada di pasaran Indonesia, Ia menggagas  cokelatnya dengan rasa yang berbeda.
Setelah belajar cara pembuatan cokelat dari internet dan buku-buku kuliner, Suhartono bersama istri, mulai mengutak-atik dapur mereka. Ia memilih durian Melak dari Kutai Barat yang memiliki testur lembut dengan aroma yang kuat. Durian Melak memang sudah lama dikenal oleh masyarakat pedalaman Kaltim karena rasanya yang khas.
Bahkan sejak jaman Belanda saat menginjakan kaki di Kutai Barat. Daging-daging durian segar tersebut dicampur dengan coklat yang telah diproduksi dari perkebunan coklat yang ada di Indonesia, dengan berbagai macam resep. “Setelah jadi, kami minta beberapa tetangga dan rekan untuk mencoba mencicipi. Bagaimana rasa cokelat buatan kami,” ucapnya, Sabtu (30/5/2015)
Awalnya memang tak mulus. Kadang cokelat gampang meleleh, atau rasa durian yang lebih kuat. Bahkan sebaliknya, cokelatnya terlalu mendominasi, sehngga rasa durian tak keluar. Setelah puluhan kali mencoba, akhirnya diperoleh ukuran pas untuk menjaga rasa, aroma, dan kelembaban cokelat agar tak lekas meleleh.
Berbekal pelatihan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat, Suhartoono berhasil mengemas cokelat durian karyanya menjadi lebih menarik. “Untuk pemasaran, saya bekerjasama dengan pusat oleh-oleh di Balikpapan. serta menerima pesana melalui media sosial dan website,” katanya. Satu buah cokelat durian ia banderol Rp 12.500.
Suhartono memberi merek cokelat durian miliknya dengan ‘Cokelat Durian Cemara’. Oleh-oleh khas Balikpapan ini membanjiri pasar oleh-oleh Kaltim sejak September 2014. Sekarang sudah ada 17 outlet penitipan yang menjual Cokelat Durian Cemara.
Untuk pengembangan usaha, pemilik sekaligus pendiri Cokelat Durian Cemara telah mentraining beberapa tenaga kerjanya untuk menjalankan usaha cokelat berkelas tersebut, secara baik dan higienis. 
 “Tujuan kami melatih mereka juga, karena kami ingin agar Cokelat Durian Cemara dapat dikonsumsi dengan sehat oleh semua umur, dan menjadi oleh-oleh Balikpapan nomor 1” pungkasnya. 

——————————————————-
Sabtu, 30 Mei 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Fotografer : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...