hut

BPS : Bulan Depan Diperkirakan Inflasi Sumatera Barat Stabil

Kantor BPS Sumbar
CENDANANEWS (Padang) – Sumatera Barat (Sumbar) diperkirakan akan mengalami inflasi yang terkendali untuk beberapa bulan ke depan. Hal ini ditenggarai karena mulai terkendalinya harga BBM bersudsidi serta stok beras yang sudah stabil.
Dari rilis yang diterima cendananews, Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Azwir mengungkapkan keyakinannya terhadap laju inflasi Sumbar tahun ini yang dinilai lebih terkendali.
“Kami kira akan lebih terkendali. BBM sudah cukup terkendali. Yang perlu dikhawatirkan adalah beras, karena pengaruhnya (terhadap inflasi Sumbar) paling besar,” ujarnya, Senin (4/5/2015).
Adapun, penurunan harga gabah di tingkat petani cukup mampu mengerem laju inflasi daerah tersebut sepanjang April 2015.
Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 5,29% dari Rp4.799,77 per kilogram bulan lalu menjadi Rp4.546,03 per kilogram. Sementara di tingkat penggilingan harganya turun 5,31% dari Rp4.890,78 per kilogram menjadi Rp4.631,12 per kilogram.
Sedangkan harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Cisokan yaitu sebesar Rp5.470 per kilogram di Kabupaten Solok, dan varietas terendah barasal dari gabah kualitas GKP varietas Ir 66, Rp3.800 per kilogram di Pesisir Selatan.
Per April 2015, BPS mencatatkan inflasi Kota Padang 0,56% dan Kota Bukittinggi 0,77%. Inflasi dua kota yang menjadi tolok ukur inflasi Sumbar itu disebabkan meningkatnya sejumlah kelompok pengeluaran.
Di Kota Padang inflasi disebabkan meningkatnya pengeluaran kelompok bahan makanan 0,45%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0.29%, perumahan, listrik, gas dan bahan bakar 0,22, sandang 0,26%, kesehatan 1,23%, pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,06%, dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,51%.
Sedangkan inflasi Kota Bukittinggi disebabkan meningkatnya pengeluaran kelompok bahan makanan 0,41%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0.25%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,53%, sandang 0,18%, kesehatan 0,18%, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,12%, dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,64%.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya bensin, bawang merah, petai, ongkos tukang bukan mandor, kangkung, cumi-cumi, dan kelapa. Sedangkan jengkol, beras, cabai merah, tongkol, dan ongkos pesawat mengalami deflasi.
Azwir menyebutkan laju inflasi tahun kalender Kota Padang -3,46% dan Kota Bukittinggi -2,16%. Sedangkan secara year on year (yoy) laju inflasi Padang 7,22% dan Bukittinggi 5,59%.
Agar inflasi lebih terkendali, pemerintah diminta mewaspadai kemungkinan naiknya harga beras mengingat jelang puasa dan Lebaran yang akan meningkatkan permintaan beras dalam negeri.
————————————————-
Selasa, 5 Mei 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!