Daulat Raja Luhak Lima Puluh Kota Dikukuhkan

Pengukuhan Penghulu di Nagari Bukik Batabuah Februari 2015
CENDANANEWS (Lima Puluh Kota) – Rajo Alam Pagaruyuang secara langsung mengukuhkan gelar Datuak Maharajo Indo Mamangun bagi Muhammad Yanis sebagai pewaris Daulat Rajo Luak Limo Puluah (Daulat Raja Luhak Lima Puluh Kota), Senin (18/5/2015). Daulat Rajo ini berkedudukan di Aie Tabik Pauh Tangah Payo Bada Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.
Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Rajo Alam pagaruyuang menjelaskan sejarah tentang raja-raja yang ada di Luak Limo Puluah. Menurutnya secara keseluruhan di Luak limo puluah terdapat lima Rajo, sampai saat ini baru tiga dikukuhkan, dua diantaranya masih dalam proses. 
Muhammad Taufik Taib Rajo Alam Pagaruyuang, menyebutkan tujuan dari hal ini sebagai wadah dalam  menghimpun potensi masyarakat adat dalam rangka membangun daerah. Fungsi adat yang disandang oleh pemangku adat harus ditunjang oleh Pemerintah sehingga dapat terciptanya kesinambungan antara hukum adat dengan hukum positif dimana dari segi pemahaman dapat dilaksanakan sebaik mungkin dan tidak saling berbenturan.
Daerah Luak Limo Puluah (Masuk dalam wilayah Administratif Kabupaten Lima Puluh Kota) sudah terdapat suatu badan pemberdayaan Lembaga Pucuak Adat yang berfungsi untuk memecahkan masalah adat serta membina dan mengembangkan adat di Luak Limo puluah .
“Rajo mufakat harus berperan aktif dalam menyelesaikan sengketa adat , agar setiap permasalahan dapat ditekan seminimal mungkin” pungkasnya. 
Pengukuhan Penghulu di Nagari Bukik Batabuah Februari 2015
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno yang turut hadir dalam acara pengukuhan tersebut,  menyebutkan Ninik mamak harus memberikan kontribusi konkret dan nyata terhadap masyarakat dan anak kamanakan. Agar adat yang telah tertinggal selama puluhan tahun tersebut tidak luntur dan tetap dapat dilestarikan  serta perlu dibenahi. Nilai – nilai Adat Minangkabau merupakan potensi sumberdaya Kultural yang kaya, unik dan bernilai tinggi serta mengandung semangat dan kekuatan spiritual untuk hidup yang telah terpelihara secara turun temurun dan berkembang di dalam masyarakat Minangkabau.
“Adat basandi sara’ sara’ basandi Kitabulloh merupakan dasar dari masyarakat Minagkabau dimana adat harus dijaga dan dilestarikan” ujar Irwan.
Dilanjutkannya Adat basandi sara’ basandi kitabulloh terbukti mampu menjadi pilar keseimbangan dan keharmonisan hidup masyarakat lokal di ranah minang.  Kedudukan Adat sangat penting bagi masyarakat yang juga tercantum  dalam Konstitusi dimana Negara memberikan peluang untuk mengembangkan adat istiadat daerahnya.
Ia mengharapkan para ninik mamak dan penghulu dengan pemerintah daerah dapat saling membantu dalam tatanan masyarakat hukum adat dengan bersinerginya unsur tersebut secara tidak langsung dapat membantu tugas-tugas pemerintah daerah untuk mempercepat tercapainya tujuan pembangunan daerah.
—————————————————-
Senin, 18 Mei 2015
Jurnalis    : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor      : ME. Bijo Dirajo
—————————————————-
Lihat juga...