Dharmasraya Gelar Diskusi Budaya dan Sejarah untuk Pembangunan

Foto Peninggalan Sejarah 
CENDANANEWS (Padang) – Meningkatkan kreatifitas dan cinta budaya dan sejarah daerah di kalangan mahasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya menggelar diskusi dengan tema ‘Pengembangan Potensi Kebudayaan Untuk Pembangunan Dharmasraya’ di Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial, Kota Padang, Minggu (31/5/2015)
“Diskusi sejarah dan kebudayaan ini bermanfaat bagi generasi muda dan menjadi modal bagi pembangunan Dharmasraya di masa mendatang. Sengaja diskusi ini diadakan untuk mendorong kreatifitas dan motivasi para mahasiswa, agar lebih giat dan aktif mengkaji kebudayaannya,” ujar Bupati Dharmasraya, Adi Gunawan saat membuka diskusi tersebut.
Disebutkan, Kabupaten muda, merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung pada tahun 2004 lalu itu. Melihatkan geliat pembangunannya, dan Kabupaten ini juga memiliki stadion megah dan menjadi tuan rumah dari pekan olahraga provinsi (Porprov) 2014.
Disebutkan, kabupaten ini, menjadi saksi sejarah Indonesia yang hampir terlupakan. Dimana Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), sempat dikendalikan dari dalam hutan belantara Kabupaten ini. 
“Selain itu, Kebudayaan Dahrmasraya juga tidak bisa dilepaskan dari sejarah kerajaan Majapahit,”katanya.
Diskusi tersebut menghadirkan budayawan Sumatera Barat, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, atau yang lebih dikenal dengan panggilan, Mak Katik. Budayawan ini sudah malang melintang membawa kebudayaan minangkabau keliling dunia dan ia juga menjadi dosen di University Of Hawaii Manoa, US.
Dalam diskusi ini, Mak Katik mengangkat topik diskusi, ‘Dharmasraya pintu gerbang minang yang terlupakan’. Ia membahas bagaimana sejarah minangkabau dari perspektif yang berbeda. Ia juga menunjukkan bukti-bukti kebudayaan dan tradisi unik dari Dharmasraya yang sangat mempengaruhi kebudayaan minangkabau di tigo luhak (tiga daerah asal minangkabau) yang ada.
Selain Diskusi, acara ini juga menampilkan beberapa peninggalan kebudayaan Dharmasraya, serta beberapa tarian tradisi.

——————————————————-
Minggu, 31 Mei 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...