Disandera Kelompok Sipil Bersenjata, Anggota TNI ini Berhasil Kabur

Bidikan TNI di Papua
CENDANANEWS (Jayapura) – Disandera kelompok sipil bersenjata, dua anggota TNI masing-masing Serda Lery anggota Koramil Komopa dan Prada Sholeh anggota Yonif 303/Raider Pos Komopa ke Enarotali, berhasil kabur dengan cara melompat ke sungai dan bersembunyi di semak-semak.
Dari data yang dihimpun CendanaNews, kejadian berawal pada Selasa (26/05/2015) dua anggota TNI masing-masing Serda Lery anggota Koramil Komopa dan Prada Sholeh anggota Yon 303/Raider Pos Komopa ke Enarotali dengan berpakaian preman tanpa bersenjata yang hendak berbelanja sembako menggunakan speed boat.  
Sekitar pukul 15.00 wit,  dua anggota TNI bersamaan dengan  seorang warga atas nama Elda Sanadi yang sehari-hari bertugas sebagai guru SD Inpres Komopo menggunakan speed boat milik masyarakat dari Enarotali, Kabupaten Paniai menuju ke Komopa di kabupaten yang sama.
Saat berada disekitar Kampung Eduda, Distrik Paniai Timur, sejumlah kelompok Gerakan Sipil Bersenjata (GSB) dibawah pimpinan Demianus Magai Yogi melakukan penyanderaan terhadap speed bot yang ditumpangi dua anggota TNI.
Panglima Komando Daerah (Pangdam) XVII Cendrawasih, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Diakatakan Pangdam, penyanderaan itu dari kelompok sipil bersenjata di Paniai. Namun, lanjutnya, tadi pagi kedua anggota tersebut berhasil meloloskan diri. 
“Sejak semalam kami telah meminta bantuan para pendeta dan pastor serta tokoh tokoh adat agar anggota kami yang disandera dapat dibebaskan,” kata Pangdam, Rabu (27/05/2015).
Saat dua anggota TNI, lanjut Fransen, yang menggunakan speed bot masyarakat setempat ini untuk membeli sembako. Diperjalanan, sekitar di daerah Kampung Eduda Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai ada sekelompok sipil bersenjata yang dipimpin Demianus Magai Yogi lakukan penyanderaan terhadap speed boat yang dinaiki oleh 2 anggota TNI tersebut.
Elda Sanadi anak dari ibu guru,  lanjut Pangdam, saat itu merasa ada yang ganjil, sehingga ia menelpon ibundanya, dimana saat itu sedang perjalanan ke Komopa, namun bukan ibundanya yang mengangkat telepon, melainkan orang lain.
“Anak itu Elda Sanadi menanyakan ke orang yang mengangkat telepon genggam ibunya, ia katakan mamanya dimana dan dijawab  mama mu sudah kami lepas, tapi 2 orang kakakmu itu sudah kami makan jadi tidak usah kau cari,” kata Pangdam sambil menirukan pernyataan kelompok krimila bersenjata tersebut.
Tidak lama kemudian, dikatakan Pangdam, orang tersebut menelepon lagi dan telepon seluler diambil oleh Dandramil Paniai, Kapten inf Junaid untuk memperkenalkan dirinya dan menyampaikan bahwa dirinya akan  berkordinasi secara baik, terkait 2 anggotanya yang disandera.
“Namun orang tersebut membantah perkataan Danramil 02 dan Eni, orang itu menyampaikan  bahwa sudah tidak ada lagi koordinasi, sambil mematikan telepon,” ujar Pangdam.
Sekitar pukul 21.00 wit, dijelaskan Pangdam, Brigadir Roni Ariks yang merupakan anak korban dari Eldi Sanadi memberikan informasi bahwa ibundanya telah dilepaskan saat Kampung Darauto, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.
Pagi tadi, menurut Pangdam, kedua anggota TNI berhasil meloloskan diri dari penyanderaan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata tersebut. “Puji Tuhan, ini karunia yang luar biasa, tanpa pengejaran, tanpa ada kekerasan, kedua anggota tersebut,” kata Pangdam.
——————————————————-
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...