Diterjang Banjir Jembatan di Lampung Selatan Rusak Parah

Jembatan Rusak Parah
CENDANANEWS (Lampung) – Banjir yang diakibatkan hujan yang mengguyur wilayah Lampung Selatan dan sekitarnya mengakibatkan jembatan penghubung beberapa desa di Kecamatan Penengahan ambrol. Akibatnya fasilitas jembatan yang baru dibangun beberapa tahun tersebut sudah tak bisa dilalui kendaraan roda empat sementara kendaraan roda dua harus berhati hati saat melintas akibat lubang besar di tengah jembatan.
Ambrolnya jembatan di Desa Klaten Kecamatan Penengahan yang mengakibatkan lubang selebar dua meter tersebut menurut salah satu warga, Ngatiran (34) terjadi sektar satu bulan lalu. Oleh warga batang batang kayu digunakan untuk menutupi lubang sehingga pengendara kendaraan yang melintas pada malam hari tidak terperosok.
“Saat banjir air yang berasal dari sungai membawa sampah sampah dan menyumbat jembatan akibatnya jembatan tergerus dan membuat lubang besar di tengah jembatan,” ungkap Ngatiran yang tinggal di dekat jembatan tersebut kepada Cendananews.com Kamis (28/5/2015).
Putusnya jembatan tersebut sangat disayangkan oleh Ngatiran sebab terjadi saat musim panen padi sehingga warga yang hendak mengangkut padi harus memutar dari lahan sawah ke rumah pemilik. Ngatiran mengungkapkan kerusakan jembatan tersebut selain karena faktor alam juga karena konstruksi jembatan yang kurang baik sehingga beberapa tahun dibangun sudah jebol.
Sementara itu Kepala Unit Pelayanan Tekhnis (KUPT) Dinas Pekerjaaan Umum wilayah Kecamatan Penengahan, Bakauheni dan Ketapang, Budhi mengungkapkan kerusakan jembatan tersebut sudah sering terjadi.
Sebelumnya kerusakan terjadi pada pondasi kanan kiri jalan serta talud sekitar jembatan, kini jebolnya jembatan diakibatkan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Meskipun rusak jembatan tersebut menurut Budi masih dipelajari apakah masih bisa diusulkan ke pemerintah kabupaten untuk diperbaiki.
“Semenjak ada rencana pembangunan jalan tol secara kebetulan lokasi jembatan ambrol dilintasi jalan tol dengan adanya patok merah poros jalan tol sehingga pasti akan terkena tol,” ujar Budi.
Sebagai langkah untuk memudahkan warga, meski tidak akan diperbaiki secara permanen, Budi memgungkapkan petugas dinas PU KUPT Penengahan, Bakauheni dan Ketapang bahkan sudah bergotong royong memasang kayu melintang untuk menutupi lubang di jembatan tersebut. Ia juga mengaku masih akan berusaha mengusulkan perbaikan dengan asumsi pembangunan jalan tol belum jelas kepastiannya kapan akan dibangun.
“Meskipun tidak diperbaiki permanen tapi setidaknya masih bisa dilintasi oleh warga untuk aktifitas sehari hari,” ujar Budi.
Dari pantauan Cendananews.com posisi jembatan terletak di jalur patok merah tol yang akan dilintasi Jalan Tol Sumatera (JTS). Selain itu jalan tersebut rencananya akan diganti menjadi jalan layang yang berada melintasi di atas jalan tol sehingga perbaikan permanen tak diusulkan instansi terkait.

——————————————————-
Kamis, 28 Mei 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...