DPR Kritik Listrik NTB yang Dinilai Paling Mahal

Anggota Komisi IIV DPRI Dapil NTB, Qurtubi saat mengecek peta pembangunan Pembangkit Listrik di NTB oleh PLN
CENDANANEWS (Mataram) – Mahalnya biaya operasional pembangkit listrik yang dikelola PLN Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menghasilkan kebutuhan daya bagi masyarakat dikritik anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Qurtubi.  Hal tersebut dikarenakan hampir sebagian besar pembangkit listrik yang dioprasikan merupakan PLTD yang masih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Qurtubi mengatakan, besarnya biaya operasional tersebut secara tidak lansung juga telah membebani Anggara Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mana semua pembiayaan di PLN termasuk biaya operasional, anggarannya memang secara lansung di biayai pemerintah pusat, melalui APBN.
“Saya minta kepada PLN NTB untuk segera menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik yang ada di Jeranjang, Kabupaten Lombok Barat, yang selain bisa menutupi kekurangan listrik di NTB, juga menggunakan batu bara,” kata Qurtubi saat melakukan reses di kantor PLN NTB di Mataram, Rabu (6/5/2015).
Anggota Komisi IIV DPRI Dapil NTB, Qurtubi saat mengecek peta pembangunan Pembangkit Listrik di NTB oleh PLN
Selain meminta PLN segera menuntaskan pembangunan pembangkit listrik yang ada di Jeranjang, Qurtubi juga minta supaya pembangunan pembangkit listrik yang telah dicanangkan di sejumlah Kabupaten Kota di NTB termasuk di Pulau Sumbawa segera dirampungkan, mengingat krisis listrik dalam dua tahun terakhir cukup meresahkan masyarakat.
“Saya kira pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat di NTB, terutama pulau Lombok yang merupakan daerah pariwisata, tidak sekedar sebatas kebutuhan penerangan semata, melainkan juga menyangkut kebutuahan ekonomi, termasuk juga dapat mempengaruhi pertumbuhan iklim investasi, kalau listriknya kacau seperti sekarang ya susah, bagaimana mungkin para investor mau berinvestasi,”katanya.
————————————————-
Rabu, 6 Mei 2015
Jurnalis : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...