Dugaan Pungli Prona Mahasiswa Hukum Tanyakan Kinerja Kejari Kalianda


CENDANANEWS (Lampung) – Setelah Laporan dari  Forum Studi dan Advokasi Mahasiswa Hukum ( Fusvom ) dicabut, ada juga  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  yang melaporkan. Kali ini  mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Hukum STIH Muhammadiyah  Kalianda Lampung Selatan Provinsi Lampung yang menyambangi Kantor kejaksaan Negeri Kalianda juga untuk melaporkan dugaan Pungli Prona tersebut

Ketua Mahasiswa Hukum STIH Muhammadiyah Kalianda Eko Umaydi mengatakan, kami mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kalianda dalam rangka menanyakan sejauh mana penanganan dugaan Punglj Prona yang di tangani Kejaksaan Negeri Kalianda.
“Selain itu kami juga melaporkan secara resmi dan sejauh mana perkembangannya  hingga saat ini. Kedepan kami akan memantau terus perkembangan dalam dugaan Pungli Prona tahun 2014/2015 ini dan kami mengapresiasi tindakan Kejaksaan Negeri Kalianda dalam menangani permasalahan Prona ini,” tandasnya, Senin (25/5/2015).
Kepala Kejari Kalianda Lampung Selatan  Yuni Daru Winarsih, SH., M.Hum. menerima langsung laporan tersebut. Ia menuturkan laporan telah diterima dan ia mengucapkan  terimakasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung dalam mengukap dugaan Pungli Prona.
Untuk diketahui, Prona tahun 2014/2015 Lampung Selatan  rencananya akan mendapatkan sebanyak 6000 bidang sertifikat.  Prona yang telah dibiaya oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan untuk di Lamsel, jumlah desa yang mendapatkan sebanyak 29 desa di 6 kecamatan yakni Kecamatan Katibung sebanyak 5 desa, Kecamatan Candipuro 9 desa, Kecamatan Way Sulan 1 desa, Kecamatan Rajabasa 8 desa, Kecamatan Sragi 3 desa dan Kecamatan Way Panji sebanyak 3 desa, jadi total seluruhnya 29 desa yang ada di Kabupaten Lamsel.
————————————————————
Selasa, 26 Mei 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
————————————————————
Lihat juga...