Dukung Kerajinan Warga, KKN UST Yogyakarta Gelar Pameran Batik

Batik
CENDANANEWS (Kulon Progo) – Mendukung hasil kerajinan dari warga desa Temon Wetan, kecamatan Temon, Kulon Progo, Mahasiswa Universitas Sarjana Taman Siswa (UST) yang melaksanakan Kuliah Kerja nyata di Desa tersebut menggelar Pameran Batik.
Pameran yang merupakan perwujudan dari KKN dengan menampilkan hasil kerajinan tangan warga mengenalkan motif corak batik ‘Sikucir’ melengkapi Batik ‘Gebleg Renteng’ yang sudah ada dan menjadi icon Kabupaten Kulon Progo.
Ketua padepokan (kelompok)
 46 KKN UST, Andreas Sujatmika
“Pemberdayaan masyarakat lokal khususnya warga Dusun Jogan Desa Temon Wetan Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo menjadi target dari para Mahasiswa UST yang KKN di wilayah tersebut,”kata Ketua padepokan (kelompok) 46 KKN UST, Andreas Sujatmika di Lokasi Pameran, Rabu (27/5/15).
Disebutkan, secara umum masyarakat di dusun Jogahan sudah memiliki bakat serta kemampuan untuk membatik. Motif si kucir ini penemunya dari mahasiswa UST bernama Armansyah dari jurusan seni rupa. 
Jumlah ibu ibu yang tergabung dalam kelompok membatik ini berjumlah 20 orang. Sedangkan dari mahasiswa UST sendiri berjumlah 13 orang. Di acara ini di hadiri pihak Kecamatan serta perwakilan dari Dinas Deperindag Kulon Progo. 
Andreas juga menebutkan, mahasiswa akan terus membantu berkelanjutan pada kelompok pembatik ini, termasuk pendampingan pengajuan Hak Patent atas corak Sikucir.
Sementara itu, Camat Temon, Djaka Prasetya dalam sambutanya mengapresiasi inisiatif Mahasiswa yang ikut memotifasi warga dalam berkreasi membatik sehingga khususnya Dusun Jogahan,umumnya Kecamatan Temon mempunyai ciri tersediri dalam corak batik nya.
“Saya sangat apresisi inisiatif dari mahasiswa,”katanya.
‘Sikucir’ sendiri merupakan Legenda lokal masyarakat dusun Jogahan desa Temon Wetan. Keberadaan ‘Sikucir’ di pedukuhan Jogahan,berbentuk sendang (kolam air) yang tak pernah kering. Di sekeliling Sendang tadi di tumbuhi pohon bambu tertata rapi dan ini tumbuh sendiri. 
Sehingga seperti pagar yang mengelilingi sendang tadi. Dan bagi masyarakat Lokal lokasi sendang Sikucir ini,mempunyai arti khusus keberadaanya. Atas rasa penghormatan lokasi sendang tadi di tuangkanlah dalam seni kreasi Batik.

——————————————————-
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...