Enam Saksi Diperiksa Soal Dugaan Korupsi DKP Maluku

Kapal Penangkap Ikan [Ilustrasi – net]
CENDANANEWS (Ambon) – Tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku di Ambon Sabtu (30/5/2015), telah memeriksa enam orang sebagai saksi, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan dua unit kapal ikan fiber glass tahun anggaran 2013, yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku.
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum-Humas), Kejati Maluku, Bobby Kin Palapia yang dikonfirmasi CENDANANEWS, Minggu (31/5/2015) di Ambon membenarkannya tentang pemeriksaan tersebut.
Bobby menerangkan, enam saksi yang sudah dimintai keterangan atau diperiksa oleh tim penyidik Kejati Maluku pada Sabtu (30/5/2015) adalah, pihak terkait dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku.
Masing-masing, Abdullah Muthalib Latuconsina selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK),  R.G Hetaria selaku Ketua Panitia pemeriksa barang, dan Jonas Bernadus yakni Sekretaris Panitia. Kemudian, Absalom Unitli, Sami Sapulette, dan P. Leiwakabessy masing-masing selaku anggota panitia pemeriksa barang.
Bobby juga mengakui, untuk anggota panitia lainnya yang akan dipanggil untuk agenda yang sama atau akan diperiksa sebagai saksi berikut adalah, A. Johan Talapessy.
Dia membeberkan, pada 2013 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku mendapatkan kecipratan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Masing-masing untuk proyek pengadaan dua unit kapal ikan berbodi fiber glass. Untuk pembuatan kapal ikan 30 GT senilai Rp 7.443.730.000 (7,443 Miliar). Proyek ini ditangani PT. Satum Manungal Abadi. Sedangkan ukuran 15 GT yang ditangani PT. Sarana Usaha Bahari sebesar Rp 2.917.800.000 (2,917 miliar).
Hingga berita ini dipublikasikan, kendati tim penyidik Kejati Maluku sudah mengantongi sejumlah data (dokumen) terkait termasuk keterangan saksi, yang dapat dijadikan alat bukti, namun dugaan atas penyelewengan anggaran melalui proyek janggal tersebut, belum ada seorangpun yang ditetapkan sebagai tersangka.
——————————————————-
Minggu, 31 Mei 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...