Gagal Panen Landa Para Petani Manggarai Barat NTT

Kerusakan Sawah akibat Hujan berkepanjangan
CENDANANEWS (Flores) – Hujan deras berkepanjangan yang mengguyuri beberapa titik lokasi persawahan di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur baru-baru ini menjadi malapetaka bagi sebagian besar para petani di daerah tersebut. Peristiwa naas tersebut antara lain dialami di Lingko Rosok, Terang, Kecamatan Boleng. 
Seorang petani, Bu Olan menyebutkan, akibat hujan deras yang berkepanjangan saat musim panen tiba, banyak para petani sawah di wilayahnya terpaksa mengalami gagal panen. Pasalnya, petak-petak sawah mereka selama berhari-hari digenangi dan bahkan dibanjiri air dengan volume besar. 
“Banyak padi yang terendam dan bahkan terbawa banjir tidak bisa diselamatkan. Ada yang kami selamatkan, tetapi itu pun isi padinya sudah kuning. Juga ada yang sudah tumbuh (berkecambah – red.),” katanya di daerah setempat, Rabu (07/05/2015).
Banyak padi yang belum dipanen ataupun baru dipotong tetapi belum sempat diangkat dari petak sawah terpaksa ikut terendam pula. Kondisi ini membuat padi di wilayah ini jadi rusak dan tidak bisa dijual ke konsumen selain terpaksa untuk konsumsi pribadi. 
“Benar-benar rugi, pa! Untuk biaya rontok saja, ya terpaksa kami harus kirim uang lagi dari sini (Labuan Bajo – red.).” pungkas ibu satu anak ini dalam nada kesal.
Ditanyai soal apakah sudah ada sikap tertentu dari pihak pemerintah, dirinya mengaku belum ada bantuan apapun sejauh ini. Namun hal ini dipahaminya pula karena mungkin tidak ada laporan kerugian akibat bencana dari pemerintah desa. 
“Susah juga, soalnya! Kami ‘kan bukan penduduk desa setempat,” demikian Bu Olan menanggap sambil coba berpikir positif.
Para petani sawah yang dilanda bencana ini sebenarnya tetap mengharapkan adanya bantuan dari pihak mana pun, terutama pemerintah tentunya. “Tapi mudah-mudahan saja pemerintah bisa tahu keadaan kami ini dan mau beri pertolongan,” demikian Bu Olan berharap dan mengakhiri jawabannya kepada awak CND. 
 
     
————————————————-
Kamis, 7 Mei 2015
Jurnalis : Fonsi Econg
Foto : Fonsi Econg
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...