GMPP Gelar Diskusi Pancasila Sebagai Karakter Bangsa di Padang

Diskusi GMPP
CENDANANEWS (Padang) – Pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila yang mulai mengikis di kalangan generasi muda dan mahasiswa, nampaknya mendorong Gerakan Mahasiswa Peduli Pancasila (GMPP) untuk membangkitkan kembali falsafah ideologi Pancasila sebagai karakter bangsa.
Hal tersebut tertuang dalam diskusi yang digelar GMPP di Fakultas Pertanian Universitas Andalas (29/5/2015) bertemakan “Ideologi Pancasila Sebagai Karakter Bangsa”.
Ketua GMPP, Farhan Furqoni mengatakan, Pancasila adalah nilai luhur yang diwariskan para Founding Father bangsa, dan merupakan cerminan jati diri bangsa Indonesia.
“Pancasila harus ditanamkan dalam jiwa setiap individu warga negara Indonesia, karena ketika nilai-nilai luhur pancasila hilang dari jiwa-jiwa masyarakat Indonesia, maka bangsa Indonesia telah kehilangan jati dirinya, dan sesungguhnya kita sedang mengalami kemerosotan moral.” ungkapnya.
Menurut Farhan, Pancasila merupakan falsafah yang seyogyanya membentuk masyarakat bangsa yang bermartabat, bangsa yang berketuhanan YME, berkemanusian yang adil dan beradab, menjunjung tinggi kebersamaan dalam bingkai persatuan, mengutamakan musyawarah dan mufakat, serta mengedepankan keadilan bagi seluruh wargga bangsanya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Hendra Naldi, M.Hum yang hadir sebagai nara sumber mengungkapkan, kegiatan diskusi tentang Pancasila di kalangan mahasiswa saat ini sudah sangat langka sehingga menimbulkan pertanyaan, apakah mahasiswa saat ini sudah tidak menganggap Pancasila sebagai sesuatu yang penting atau apakah mahasiswa saat ini sudah tidak ada lagi yang memahami nilai-nilai pancasila. 
“Kegiatan diskusi Pancasila seperti yang diadakan oleh GMPP sangat bagus dan perlu dilakukan secara berkelanjutan, agar mahasiswa generasi saat ini tidak kehilangan karakteristik nasionalismenya.” ujarnya.
Hendra Naldi pun menegaskan relevansi Pancasila dalam kekinian mahasiswa yakni Pancasila harus kembali menjadi darah dalam pergerakan kebangsaan. Pancasila harus wajib menjadi karakter bangsa dan menjadi alat pedoman bagi mahasiswa dalam menjalankan
“Moral force ditataran masyarakat, karena kita bukan kapitalisme, bukan fundamentalisme agama, namun kita adalah Pancasila-isme,” tegasnya.
——————————————————-
Jumat, 29 Mei 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...