Gubernur Sumbar : Sampah yang Ditinggalkan FSN Tanggung Jawab Pemerintah Kota


CENDANANEWS (Padang) – Iven besar Kota Padang, Festival Siti Nurbaya (FSN). Menraik perhatian semua masyarakat. Sayangnya salah satu lomba yang memakai kanal banjir, sungai Batang Arau. Jalur selaju sampan sangat kotor dan dipenuhi dengan sampah setelah berlangsungnya iven ini. 
Saat dikomfirmasi pada pemerintahan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Gubernur Irwan Prayitno menyatakan, itu merupakan tanggung jawab pemerintah kota (Pemko). Hingga Sabtu (23/5/2015) masih saja banyak sampah-sampah plastik yang tersangkut di tepian sungai. Meski jaring penghalang sampah sudah dipasang tepat dibawah jembatan Siti Nurbaya Kota Padang.
“Kebersihan lingkungan terutam sungai-sungi di Kota Padang ini, patut menjadi perhatian Pemko dan kesadaran masyarakat untuk menumbuhkan rasa cinta kebersihan lingkungan dalam mencerminkan kesehatan diri masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih tentu Kota Padang bersama masyarakat dapat menyambut kunjungan para wisatawan yang datang ke daerah ini,” ujar Irwan Prayitno. 
Irwan hanya prihatin, dan mampu berharap dengan adanya iven tahunan ini bisa menghilangkan sampah. Padahal dari pantaun cendananews dilapangan, masyarakat disekitaran sungai bukanlah penyebab satu-satunya. Sampah-sampah tersebut hanyut dari hulu, kebanyakan merupakan sampah-sampah plastik dan limbah karet yang berbau tajam.
“Kita seharusnya amat prihatin dengan kondisi lingkungan yang tidak bersih, yang jika dibiarkan akan berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat. Kebersihan juga merupakan kesebahagian dari iman. Semoga moment ini menjadi sesuatu yang baik bagi Kota Padang dalam meningkatkan dunia kepariwisataan di Sumatera Barat,” pungkasnya.  
FSN sudah berjalan dua hari, sampah masih tetap tersangkut ditepian Batang Arau. Masyarakat yang butuh hiburan harus menyaksikan lomba selaju sampan ditemani sampah-sampah disekitarnya. Putra, salah seorang warga sekitar menyatakan, mau tidak mau ia harus menyaksikan perlombaan itu dengan bersama dengan sampah.
“Kami para pemuda sudah mencoba untuk membersihkan, namun bagaimana lagi? Sampah itu berasal dari hulu. Lomba ini sudah sangat jarang, mau apalagi? Kami hanya bisa menonton dengan sampah disekitar kami” ujar Putra.
————————————————————
Sabtu, 23 Mei 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahman
Foto : Muslim Abdul Rahman
Editor : Sari Puspita Ayu
————————————————————
Lihat juga...