Kapolda Papua: Pengejaran Tetap Dilakukan, Dengan Cara Persuasif

CENDANANEWS (Jayapura) — Menyikapi penembakan yang terjadi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol Yotje Mende menegaskan tetap mengedepankan persuasif guna menumpas kelompok tersebut. 
“Sekarang sipil tak berdosa ditembak mereka (kelompok sipil bersenjata) dan sudah malam para korban sedang main kartu santai dan para korban ini pekerja bangunan tukang kayu. Ini korbannya warga pendatang dan satu warga asli tertembak. Ini brutal sekali dan masyarakat harus bersatu padu dengan TNI Polri bagaimana menumpas mereka,” tegas Kapolda, Rabu (27/05/2015). 
Menurutnya, kejadian ini merupakan pelanggaran hukum dan kelompok sipil bersenjata berinsdikasikan kelompok dari pimpinan Tengahmati yang harus bertanggung jawab. Pihaknya akan kejar. “Anggota brimob yang ada diatas, sudah saya perintahkan Kapolres menangkap hidup atau mati. Kelompok mereka tidak terlalu banyak, tetapi membawa senjata api, dan senjata mereka tidak sampai 10. Kami lakukan pengejaran bersama anggota TNI,” ujarnya.
Dalam pengejaran, dikatakan Kapolda, pengejaran tersebut tidak akan membabi buta dengan mengedepankan persuasive dan aspek kemanusiaan. Jikalau, lanjutnya, kelompok sipil bersenjata ini menyerah, tidak akan ditembak. 
“Kalau tidak menyerah pertama kami lumpuhkan dan seandainya tidak atau mereka melawan dan menggunakan senjata kami gunakan senjata juga, inilah operasi penegakkan hukum,” katanya.
Terkait dengan distrik mulia, masih kata Kapolda, sudah setahun tidak ada kejadian penembakan seperti ini. Ia meminta masyartakat tenang dan waspada, karena kelompok ini mereka sudah tidak melihat dari aspek masyarakat atau TNI Polri, karena sudah disamakan semua.
“Masyarakat jaga kewaspadaan dan jika ada kelompok ini berada di tengah masyarakat, segera melaporkan kepada aparat keamanan. Kasus ini proses sesuai yang berlaku,” ujarnya. 
Ia juga beberkan bahwa kelompok sipil bersenjata ini adalah kelompok kecil, setelah pihaknya merangkum data, anggota kelompok tersebut sekitar 18 orang dengan senjata api sekitar 7-8 pucuk.
“Saya tidak tahu dan atau secara kebetulan di hari yang sama dengan jam berbeda ada kasus penyanderaan anggota TNI dan penembakan, tidak ada hubungannya,” bebernya. 
Saat ditanya soal perang terbuka, dikatakan Kapolda, ia sendiri mengaku ada kata-kata dari kelompok tersebut soal itu, namun pihaknya enggan menanggapinya. Karena, menurutnya, pihaknya tidak akan terpancing untuk perang terbuka.
“Dalam waktu 1-2 minggu kami tidak berhasil ini, kami akan melakukan operasi lagi dan saat ini tak ada operasi khusus hanya operasi biasa saja tapi mereka sekarang memancing dan kami kedepankan operasi intelijen. Ada gangguan begini mereka meresahkan dan bisa saja saya kerahkan pasukan. Brimob saya ada 2000 dan bisa saja saya kerahkan kesana apalagi Panglima pasti mendukung saya kami mencari orang yang membunuh dan siapapun pasti akan mendukung,” tuturnya.
————————————————————
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T. Hatta
Foto : Jurnalis T. Hatta
Editor : Sari Puspita Ayu
————————————————————
Lihat juga...