Keberadaan BKO di Maluku Sesuai Kajian Strategis

Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn), Nono Sampono

CENDANANEWS (Ambon) – Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn), Nono Sampono, yang juga anggota DPD RI, kepada wartawan di Ambon Sabtu (29/5/2015) mengatakan, personel Bawah Komando Operasi atau BKO, masih dibutuhkan untuk mendukung pengamanan di Provinsi Maluku.
Ia meminta berbagai pihak di Maluku tidak perlu mempermasalahkan keberadaan aparat BKO, karena hal tersebut sudah menjadi kewenangan pimpinan TNI.
Dikatakan, asumsi yang disampaikannya ini, bukan berarti karena dia (Nono) berasal dari TNI, khususnya Angkatan Laut, tapi keberadaan personel BKO di Maluku, sudah melalui suatu  kajian dan pertimbangan strategis yang sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di Provinsi Maluku.
Anggota DPD RI yang terpilih pada 2014 dari Dapil Maluku yang sedang reses ini berdalil, kehadiran personel BKO di suatu daerah, hal itu tentunya hal tersebut sudah melalui sebuah pertimbangan dari data jaringan intelijen negara.
“Sehingga penempatan personel BKO melalui Satuan Tugas (Satgas), tidak hanya pertimbangan aspek keamanan semata. Tapi, semua aspek secara objektif,” ujarnya.
Mantan Komandan Korps Marinir ini mengatakan, dengan adanya pandangan keberadaan personel BKO menunjukkan bahwa Maluku belum terjamin keamanannya, kurang bisa dipertanggungjawabkan.
“Perlu diingat, masalah keamanan itu urusan pemerintah pusat yang pastinya menempatkan personel BKO di satu daerah, tentu melalui berbagai kajian strategis dan juga berbagai aspek,” katanya.
Nono lebih merujuk kehadiran Satgas BKO di satu daerah bertujuan mendukung percepatan program rehabilitasi maupun rekonstruksi.
“Kita harus berpikir positif dengan intensif memelihara stabilitas keamanan, ketertiban dan masyarakat, sebagai persyaratan mendorong percepatan pembangunan maupun optimalisasi pemerintahan dan pelayanan sosial,” tandasnya.
Lanjutnya, apalagi Maluku memiliki budaya hidup orang basudara (bersaudara) yang merupakan warisan leluhur.
“Saya kebetulan beragama Islam dan memiliki kekentalan kekerabatan dengan basudara Kristen yang hingga saat ini terjalin harmonis,” terangnya.
Diketahui, keberadaan personel TNI yang sekarang atau di BKO – kan ke Kodam XVI/Pattimura dengan wilayah tugas Provinsi Maluku maupun Maluku Utara antara lain, Satgas Yonarmed 13/1/Kostrad dan Yonarmed 13/2/1Kostrad. 
——————————————————-
Minggu, 31 Mei 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : dpd.go.id
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...