Kekacauan Bauksit Nasional, Hatta Bantah Tudingan Faisal Basri

Hatta Rajasa
CENDANANEWS (Nasional) -Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa akhirnya angkat bicara menanggapi tuduhan pengamat ekonomi Faisal Basri. 
Faisal Basri yang juga mantan ketua Komite Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas menuduh Hatta sebagai biang keladi kekacauan industri bauksit nasional. Selain itu, apa yang dilakukan Hatta saat menjabat Menko ada kaitannya dengan langkah dia untuk maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang lalu. 
“Hatta Rajasa biang keladinya. Ini tunjuk nama aja biar semua jelas,” ujar Faisal pada sebuah seminar di Jakarta, Senin (25/5/2015)
Menyikapi pernyataan tersebut, mantan ketua umum PAN itu Via akun twitternya, @hattarajasa, memposting tulisan pada Senin (25/5/2015) malam sebagai bantahan keras atas tudingan tersebut. Berikut kicauan Hatta:
1) Assalamualaikum Wr Wb. Selamat malam saudaraku, bagaimana aktivitas Anda hari ini? Semoga selalu dimudahkan dan diberi kelancaran.
2) Kali ini saya ingin menjelaskan mengenai fitnah saudara Faisal Basri kepada saya tentang ?Kacau Balau Industri Bauksit Kita?.
3) Saya merasa perlu menjelaskan karena nama saya disebut. Penjelasan ini tentu baik bagi masyarakat, untuk mengetahui duduk masalahnya.
4) Tidak benar saya selaku Menko membuat kebijakan melarang ekspor mineral bauksit.
5) Akan tetapi pelarangan tersebut (harus diproses dan dimurnikan di dalam negeri) adalah perintah UU No 4 Tahun 2009 yang harus dijalankan selambat-lambatnya 12 Januari 2014.
6) Sebagai Menko, adalah kewajiban saya untuk memastikan bahwa UU tersebut dapat dijalankan. Adapun peraturan teknisnya menjadi wewenang Kementerian ESDM.
7) Lahirnya UU tersebut, terutama pelarangan ekspor bahan mentah (diproses dan dimurnikasi di dalam negeri) mendapat dukungan positif, dan sekaligus mengakhiri era Indonesia hanya menjual bahan mentah.
8) Ketika itu kt banyak mendapat tekanan dr pihak asing agar kita tdk memberlakukan UU tersebut. Namun kita tetap konsisten menjalankan UU.
9) Perihal tuduhan lain Faisal terkait keikutsertaan sy di Pilpres, sy jelaskan bahwa itu tdk ada kaitan sama sekali dgn pemberlakuan UU ini.
10) Apalagi sampai dikaitkan dengan perusahaan Rusal Rusia. Saya tidak bisa didikte asing untuk kepentingan nasional kita!
11) Saya scr pribadi merasa bersyukur bahwa kt bisa mengkonservasi, menata sumber daya mineral kita, tdk lagi dijual dlm bentuk bahan mentah.
12) Saya yakin putra-putri kita mampu mengolah bahan mentah tersebut menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
13) Dan itulah salah satu prasyarat untuk kita menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang maju, bangsa yang tidak tergantung bangsa lain.
——————————————————-
Selasa, 26 Mei 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Fotografer : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...