Kelompok “Sumber Mina Lestari”, Sentra Pembibitan Ikan Nila di Malang

Warga sedang memberi makan Ikan
CENDANANEWS (Malang) – Selain Ikan lele, ikan Nila juga merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak diminati masyarakat. Berbagai macam kandungan gizi yang berguna bagi kesehatan manusia terdapat pada ikan, seperti Vitamin A, B, D, Omega 3, DHA (Docahexaenoic Acid). Hal tersebut yang rupanya dimanfaatkan  oleh Sugeng dan anggota kelompoknya untuk mencoba menggeluti usaha pembibitan Ikan Nila.
Sugeng (55) yang juga merupakan ketua kelompok pembibitan ikan Nila “Sumber Mina Lestari” ini menceritakan, dulu awalnya ada tetangga bernama Herwanto yang kuliah di Universitas Brawijaya Fakultas Perikanan ingin menerapkan ilmu yang dia dapat dari bangku kuliah. 
Kemudian Herwanto mencoba membibitkan ikan Nila dan ternyata berhasil, dari situ Sugeng bersama temannya-temannya kemudian belajar dari Herwanto cara membibitkan Ikan Nila dan membentuk kelompok “Sumber Mina Lestari” pada tahun 1999 dengan beranggotakan 40 orang, dan sekarang menjadi sentra pembibitan Ikan Nila di Malang. 
“Kelompoknya  ini bertempat  di Desa Sumber Sekar Dusun Banjar Tengah Kecamatan Dau Kabupaten Malang,” jelas Sugeng kepada Cendana News di Malang, Kamis (7/5/2015).
Untuk membibitkan Ikan Nila dibutuhkan indukan ikan jantan dan betina dengan perbandingan 3 ikan betina dan 1 ikan jantan yang sudah berumur lebih dari 4 bulan. Kemudian indukan ikan jantan dan betina di taruh dalam satu kolam hingga terjadi perkawinan masal. Selama kurang lebih 20 hari indukan ikan Nila sudah mulai menghasilkan larva (bibit), setelah itu larva ikan nila di jaring untuk dipisahkan dengan indukannya. Pemberian makan pada bibit Ikan Nila dilakukan sehari 2 kali dengan memberikan pelet, urai Sugeng.
Bibit ikan nila sudah bisa di jual mulai ukuran 1 sampai 7 cm dengan harga yang bervariasi tergantung ukurannya. Ukuran 1-2 cm Rp. 45,-/ekor, 2-3 cm Rp. 60,-/ekor, 3-5 cm Rp. 90,-/ekor dan ukuran 5-7 cm Rp. 150,-/ekor. Pada hari-hari biasa, kebanyakan pembeli memesan bibit ikan Nila dengan ukuran 3-5 cm. Namun menjelang musim hujan, kebanyakan yang dipesan bibit ikan nila yang berukuran 1-2 cm.
Untuk pemasaran bibit ikan Nila biasanya dia pasarkan di daerah Lamongan, Pasuruan, Sidoarjo dan di Malang sendiri. Menjelang musim hujan yaitu bulan Desember dan Maret, pemesanan ikan Nila biasanya meningkat pesat sampai terkadang kami tidak dapat memenuhinya. Dalam sebulan, Sugeng mengaku bisa mendapatkan omset sebesar 3-4 juta Rupiah, akunya.
Kelompok pembibitan ikan Nilanya ini sering mendapatkan bantuan dari Pemerinta Kabupaten Malang melalui Dinas Kelautan berupa indukan, pembuatan kolam, peralatan seperti jaring dan sebagainya. Di kelompok Sumber Mina Lestari ini, kami hanya menjual bibit ikan Nila. Kami tidak menjual ikan Nila yang siap konsumsi karena di Desa Sumber Sekar tidak cocok untuk pembesaran ikan Nila. Untuk pembesaran ikan Nila lebih cocok di daerah dataran rendah yang cuaca panas.  “Dulu kami sudah pernah mencoba membesarkan ikan Nila, tapi hasilnya kurang baik”, ujar Sugeng.
————————————————-
Kamis, 7 Mei 2015
Jurnalis :Agus Nurchaliq
Foto : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...