Kesan dan Harapan Pengguna Jasa Trans Sarbagita Bali


CENDANANEWS (Denpasar) – Transportasi massal merupakan kebutuhan yang sudah tidak terelakkan di hampir semua ibukota propinsi, tanpa kecuali Denpasar. Sebagai salah satu kota berpenduduk padat dan jalur lalu lintas yang sudah tidak mungkin lagi ditambahkan untuk difungsikan sebagai jalur alternatif, pemerintah kota Denpasar memberi solusi dengan menyediakan Trans Sarbagita sejak 18 Agustus 2011.
Proses Trans Sarbagita untuk menarik peminat masyarakat tidak terbilang mulus, karena sebagian besar masyarakat Denpasar lebih memilih menggunakan alat transportasi pribadi baik roda dua maupun empat. 
Namun seiring berjalannya waktu, Trans Sarbagita mampu mencuri hati masyarakat, sehingga per tahun 2014, Trans Sarbagita sudah memiliki kemampuan melayani 5,000 penumpang per hari. Dan pihak pengelola ingin meningkatkan pelayanan dengan mentargetkan mampu melayani 10,000 penumpang setiap harinya.
Gus Iwan, seorang pemilik toko telpon seluler yang beberapa kali menggunakan jasa angkutan Trans Sarbagita memberikan apresiasi positif. Menurut Iwan, menggunakan Trans Sarbagita sangat nyaman, dan dengan tarif 3,500 rupiah tidak terlalu memberatkan. Gus Iwan juga menginginkan ke depannya Trans Sarbagita bisa menambah Trayek di beberapa wilayah, misalnya Bangli, Kintamani, dan Klungkung. 
“jangan takut sepi penumpang, perlahan tapi pasti jika pelayanan bagus akan menjadi pilihan masyarakat Bali, saya rasa Trans Sarbagita sudah mengalami hal itu di awal operasinya empat tahun lalu dan mereka bisa survive sampai sekarang,” begitulah penjelasan dan harapan Gus Iwan.
Nora, seorang warga pendatang di Denpasar yang tidak memiliki kendaraan pribadi, merasa sangat terbantu dengan adanya Trans Sarbagita. Wanita muda ini bisa berangkat bekerja ke arah Nusa dua dan pulang ke rumahnya di Sesetan Denpasar dengan menggunakan Bus Trans Sarbagita Trayek Denpasar-GWK. Namun Nora ingin ke depannya Trans Sarbagita menambah jumlah armada agar calon penumpang tidak menunggu terlalu lama di halte bus.
Sedangkan dari kalangan Pelajar/Mahasiswa, Trans Sarbagita dianggap sudah memberikan pelayanan yang bagus, namun perlu adanya pemberian jalur khusus bagi Bus Trans Sarbagita di Jalan Raya seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta terhadap Trans Jakarta. 
“harus ada jalur sendiri, tidak boleh dicampur dengan kendaraan lain, karena saat ini masyarakat Bali punya stigma bahwa kendaraan roda dua itu lebih mempersingkat waktu perjalanan, jika Trans Sarbagita harus terjebak macet juga maka masyarakat akan tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi, dan tidak akan memilih menggunakan transportasi massal,” urai Ni Wayan Desita, seorang mahasiswi di Universitas Udayana.
Harapan semua pengguna jasa Trans Sarbagita, semoga Trans Sarbagita dapat terus mengambil hati mayoritas masyarakat Bali dan Denpasar khususnya, agar menjadi pilihan transportasi utama, sehingga Denpasar tidak bernasib sama dengan Jakarta dimana kemacetan seolah menjadi mustahil untuk diurai. 
————————————————-
Minggu, 17 Mei 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Foto : Miechell Koagouw
Editor : Sari Puspita Ayu
————————————————-
Lihat juga...