hut

KSKP Bakauheni Amankan Pelaku Penggelapan Kayu Meranti

KKSP Bakauheni
CENDANANANEWS (Lampung) – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni berhasil mengamankan tersangka pelaku penggelapan kayu Meranti di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan Provinsi Lampung sekitar pukul 01:00 WIB Selasa (5/5/2015) saat turun dari kapal Jatra III dari dermaga III Pelabuhan Bakauheni.
Menurut Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni, AKP Ferrya Kurniawan, tersangka yang diamankan berinisial  F (30) dari Jambi berikut barang bukti truk warna kuning yang dipergunakan untuk mengangkut kayu.
“Tersangka diamankan setelah kita mendapat laporan dari pemilik barang bahwa kayu miliknya digelapkan oleh pelaku yang seharusnya diantarkan ke Bekasi namun tidak sampai ke tujuan,”ungkap AKP Ferrya Kurniawan kepada media ini Selasa (5/5/2015).
Berdasarkan penuturan tersangka kepada polisi, ungkap AKP Ferrya, pelaku yang bersama sudah melakukan pengiriman kayu jenis Meranti yang dikirim dari daerah Solok Arasuka Sumatera Barat dengan tujuan Bekasi Jawa Barat. Kayu tersebut milik seseorang warga Solok yang memperoleh kayu tersebut dari Payakumbuh.
“Dokumen pengiriman memang lengkap saat dikirim dari Sumatera menuju Bekasi namun saat ditengah perjalanan oleh pelaku surat jalan diganti dan diubah tujuannya,”ujar mantan Kasatreskrim Polres Lampung Selatan tersebut.
Selanjutnya sebanyak 8 kubik kayu Meranti tersebut dijual ke sebuah tempat penjualan kayu PK Jaya dengan harga Rp3juta perkubik sehingga total pelaku memperoleh uang sebesar Rp24juta. Setelah berhasil menjual kayu tersebut pelaku pulang kembali ke arah Solok, namun berhasil diamankan oleh anggota polisi KSKP Bakauheni.
Aksi tersebut sudah dilakukan oleh pelaku sebanyak 4 kali dengan modus mencari pemilik kayu yang berbeda beda untuk menghilangkan jejak. Terakhir kali pelaku diupah sebesar Rp600ribu perkubik ditambah ongkos jalan untuk mengirimkan kayu tersebut ke Bekasi. Hasil penjualan kayu tersebut ujar Ferrya Kurniawan digunakan pelaku untuk foya foya dan dihabiskan di jalan.
“Atas permintaan dari Polres Solok Sumatera Barat pelaku akan dijemput oleh Polres Solok Arasuka karena rupanya sudah ada empat laporan terkait tindak penggelapan yang telah dilakukan pelaku,”ungkap Ferrya Kurniawan.
Mobil yang digunakan pelaku
Akibat perbuatan menggelapkan kayu kiriman tersebut pelaku terancam dikenai pasal 372 KUHP. Dimana dalam pasal tersebut disebutkan, Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
————————————————-
Selasa, 5 Mei 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografi : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!