Layang-layang, Pesta Rakyat Berunsur Adat dan Budaya di Bali

layang-layang
CENDANANEWS (Denpasar) – Musim layang-layang sudah di ambang mata, dan sesuai Kalender kegiatan wisata dari Dinas Pariwisata Pemprov Bali, bulan Juli 2015 akan diadakan festival layang-layang rutin untuk yang ke-36 di Bali. Seperti biasa pesta rakyat berunsur adat dan kebudayaan tersebut sedianya diadakan di Pantai Sanur, Padang Galak, Denpasar Bali.
Layang-layang bagi Budaya dan Keagamaan Bali bukan sekedar permainan yang menyenangkan, namun merupakan media menyampaikan permintaan kepada Para Dewa Suci untuk tanaman yang subur demi panen berlimpah.
” dari setiap desa di Denpasar akan mengirimkan satu layang-layang raksasa yang mewakili permintaan seluruh warga desa bagi Para Dewa yang kami yakini,” urai Kadek Surti, seorang pedagang layangan hias di wilayah Dalung.
Warna-warni serta bentuk unik dari layang-layang merupakan pemandangan rutin di setiap sudut jalan mulai satu atau dua bulan sebelum acara festival layang-layang tersebut. Warna cerah dimaksudkan sebagai penghibur bagi Para Dewa agar mereka senang dan bahagia, sehingga langsung menurunkan berkah-Nya seperti yang diinginkan para umat-Nya.
Sama seperti hal-nya ogoh-ogoh, layang-layang merupakan salah satu magnet pariwisata bagi pulau Bali. Bahkan dalam festival layang-layang di tahun 2011, banyak negara-negara yang ikut berpartisipasi mengirimkan layang-layang hias buatan negaranya masing-masing untuk memeriahkan acara.

——————————————————-
Minggu, 24 Mei 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...