Lelaki Tua Penjala Ikan Tepi Pantai

Pak Tua sedang menjala ikan di pantai
CENDANANEWS (Lampung) – Berbekal sebuah kempis(tas) yang diselipkan dipinggang, Sahroni (56) terlihat menyusuri tepi pantai Kalianda Lampung Selatan. Laki laki yang sehari hari bekerja sebagai petani ini terlihat menebarkan jala di sepanjang pantai yang diperkirakannya menjadi tempat berkumpulnya ikan jenis selar ataupun ikan lainnya yang biasanya bergerombol di tepi pantai.
Sahroni mengaku melakukan aktifitas menjala ikan disela sela pekerjaannya sebagai petani pekebun di kawasan lahan milik Pemerintah Lampung Selatan. Ia mengaku menjadi penjaga salah satu lahan milik Pemda dan saat saat sedang luang aktifitas menjala ikan menjadi aktifitasnya untuk menambah lauk pauk bagi keluarganya.
Usia tidak menghalanginya untuk mencari sumber makanan bagi keluarga dimana istri dan dua kedua cucunya berada di rumah.  Sahroni mengaku anak anaknya sudah tinggal di daerah lain sementara dua orang cucunya tinggal bersamanya di rumah sehingga ia mengurus kedua cucunya tersebut.
“Saya tetap bekerja sebagai petani namun sekali kali saya mencari ikan untuk lauk keluarga terutama isteri dan cucu cucu saya, yang penting halal,” ungkap Sahroni kepada Cendananews.com Jumat (29/5/2015).
Ia mengaku sering mendapatkan ikan di pantai Kalianda meski hanya mencari ikan di tepi pantai sebab ia mengaku tidak memiliki sampan untuk melaut. Sahroni mengaku dirinya tetap bersyukur bisa mendapatkan ikan yang diperoleh secara gratis dan masih segar.
Di antara batu batu karang tepi pantai, Sahroni terkadang selain mencari ikan juga mencari kerang kerang yang menempel di karang untuk tambahan lauk selain kerang terkadang ia pun mendapat teripang maupun jenis hewan laut yang bisa dimakan.
“Tuhan memberi kita anugerah sumber makanan tinggal kita mau berusaha mencarinya atau tidak mas, bahkan di tepi pantai yang hanya dilihat keindahannya oleh orang orang sebetulnya bisa menjadi sumber makanan,” ungkap Sahroni.
Meskipun mencari ikan di tepi pantai Sahroni mengaku aktifitas yang dilakukannya bukan tanpa resiko, terkadang ombak besar menggulung dan bisa menyeretnya ke tengah. Ia bahkan menceritakan pernah ada pemancing yang berada di tepi batu karang terseret ombak karena tidak berhati hati. Sementara itu saat menjala ikan dirinya pun kerap menginjak pecahan kaca atau paku.
“Banyak orang membuang sampah sembarangan di laut, kaleng kaleng bekas, pecahan kaca, piring sehingga membahayakan orang yang berada di pantai, kalau pakai sepatu atau sandal tak masalah tapi kalau tanpa alas kaki bahaya,” ungkapnya
Sahroni berharap warga memiliki kesadaran membuang sampah bukan ke laut sebab laut menjadi habiat ikan yang bisa menjadi bahan makanan. Kesadaran warga terhadap kebersihan laut menurut Sahroni masih kurang dan orang hanya ingin ke pantai hanya untuk menikmati keindahan tanpa menjaga kebersihannya. Bahkan saat musim liburan sampah sampah berserakan akibat banyaknya pengunjung yang datang ke pantai dan membuang sampah sembarangan.
Selain mencari di tepi pantai, Sahroni mengaku mencari ikan di sungai yang mengalir ke laut di pantai Kalianda dan juga embung embung yang berada di dekat tepi pantai. Di tempat seperti itu ikan ikan belanak, ikan bandeng sering ditangkapnya dengan menggunakan jala.
Ia baru akan pulang saat menjelang maghrib dan membawa pulang ikan hasil tangkapannya. Namun biasanya ia masih memasang bubu (alat perangkap ikan dari bambu) yang akan ditengoknya saat pagi hari. Perangkap ikan sederhana itu diakuinya bisa membuat dirinya memperoleh ikan tertentu untuk dimakan.
Lelaki tua yang masih terus bekerja tersebut percaya bahwa rejeki yang disyukuri dan dicari dengan keringatnya sendiri akan selalu diberkati. Bahkan ia mengaku meskipun hasilnya sedikit namun ia bersyukur masih bisa mencukupi untuk menjadi lauk bagi istri dan kedua cucunya.

——————————————————-
Jumat, 29 Mei 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...