Lesuhnya Ekonomi Akibatkan Produksi Garmen di Kaltim Turun

Industri Garmen
CENDANANEWS (Balikpapan) – Lesunya ekonomi ternyata juga berdampak pada industri garmen di Kalimantan Timur. Hal ini dibuktikan dengan anjloknya penurunan permintaan volume produksi dari perusahaan garmen di Balikpapan.
Salah satu pemilik usaha Garmen di Balikpapan yakni Trisula membenarkan adanya penurunan permintaan produksi sekitar 50 persen. “Produksi menurun 50 persen. Yang biasanya bisa 20 ribu pcs per bulan sekarang hanya 10 ribu pcs, jadi ada beberapa tenaga kerja bagian produksi terpaksa kami kurangi,” papar pemilik Trisula Collection, Sutrisno dijumpai di kantornya kawasan Prapatan Balikpapan, Kamis (7/5/2015).
Sutrisno
Trisula Collection merupakan perusahaan spesialis garmen yang menjangkau seluruh kota di Kaltim. Didukung 200 tenaga kerja.
Sutrisno menerangkan penurunan permintaan itu berlangsung sejak pertengahan tahun 2014. “Tapi puncaknya Januari sampai sekarang. Ini kondisi terparah yang pernah kami alami, bahkan krisis moneter tahun 1997 lalu, kami masih bisa untung,” ujar pria kelahiran Jombang.
Ia menuturkan kondisi ini berawal dari runtuhnya industri batu bara terhitung sejak pertengahan 2013 lalu. Betapa tidak, 50 persen pesanan datang dari sektor unggulan tersebut. Tidak saja angka pesanan yang menyusut sejumlah tagihan pun tersendat.
“Bahkan sampai sekarang tidak terbayarkan. Ada yang perusahaannya bangkrut ada juga yang masih beraktivitas tapi sudah tidak sanggup bayar,” keluhnya.
Dengan kondisi demikian Ia tak bisa tinggal diam dan Ia pun mulai mencari segmen lain yang bisa menopang bisnisnya. Uniknya, segmen tersebut nyaris tidak tersentuh sebelumnya. Di antaranya perkebunan, pemerintahan, BUMN juga TNI dan Polri. Sayang, itu tidak mampu menutupi kekurangan karena hanya menghimpun 15 persen dari total produksi saat ini.
Di tengah situasi sulit tersebut, pihaknya harus tetap membeli bahan baku dengan harga yang terus menjulang. Ya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuat harga komponen produksi seluruh sektor usaha, ikut naik.
Ia berharap pemerintah gerak cepat menuntaskan kondisi ini jika tidak kelangsungan usaha akan terancam dan pastinya akan efisiensi tenaga kerja. 
“Harus ada ketegasan dan kepastian hukum dan ekonomi. Kondisikan terjadi diseluruh Indonesia jadi baik pemerintah daerah maupun pusat harus bergerak,” imbuhnya.
————————————————-
Kamis, 7 Mei 2015
Jurnalis : Ferry cahyanti
Foto : Ferry cahyanti
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...