Lima Narapidana Politik Papua Diberikan Grasi oleh Jokowi

Lapas Klas II Abepura, Kota Jayapura, papua
CENDANANEWS (Jayapura) – Lima Narapidana Politik (Napol) yang ditangkap karena membobol gudang senjata Kodim 1710/Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 3 April 2013 silam mendapatkan grasi dari Presiden.
Kelima Napol ini masing-masing, Numbungga Telenggen dihukum seumur hidup, Linus Hiluka 20 tahun, Apotnaholik Lokobal 20 tahun, Kimanus Wenda 20 tahun dan Mikael Heselo 20 tahun.
Yafrai Murib, salah satu Napol dari lima yang diberikan grasi mengatakan, ia selalu dipindah-pindahkan ke setiap lapas, mulai dari lapas Wamena, Makassar, Biak dan terakhir di lapas Abepura.
“Sampai saat ini saya sudah jalani hukuman selama 12 tahun lebih. Saya bersyukur atas diterimanya grasi ini, selama ini saya tidak pernah dibesuk. Cuma istri dan keluarga yang besuk saya. Saya lagi sakit stroke malaya saya sekarang di sini (Lapas). Saya sudah tiga tahun di lapas ini,” kata Yafrai di lapas Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (09/05/2015).
Sementara itu, Kuasa hukum kelima narapidana, Anum Siregar merasa senang atas diberikannya grasi kepada lima napol dalam konteks membangun kehidupan berdemokrasi yang lebih baik di Indonesia.
Ia sebutkan juga bahwa kelimanya adalah napol terlama yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan dengan hukuman pidana yang sangat tinggi. Kelimanya keluar-masuk dari penjara kecil ke penjara besar dan mengalami begitu banyak tantangan.
“Berbagai langkah hukum dan kemanusiaan telah mereka tempuh, mereka berharap akan menjadi lebih bermanfaat jika mereka di luar penjara,” ujarnya.
Grasi yang diberikan ini, lanjut Anum, menunjukkan langkah maju suatu pemerintahan yang menjunjung tinggi kehidupan demokrasi oleh karena itu pihaknya berharap langkah maju ini hendaknya diikuti dengan langkah maju berikutnya.
————————————————-
Sabtu, 9 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Foto      : Indrayadi T Hatta
Editor    : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...