Menikmati Jajanan Khas Bali di Objek Wisata Puputan

Jajanan Khas Bali
CENDANANEWS (Denpasar) – Kuliner kue basah atau di sebut juga jajanan, sangat di gemari oleh masyarakat Bali. Cita rasa bagi lidah masyarakat Bali harus sangat kental dengan rasa manis dan pedas. Kali ini kita akan disuguhi dengan cita rasa yang manis
Warung Mawar, milik Ibu Ni Luh, menyajikan jajanan Bali berupa kue basah yang di buat dari bahan dasar yang beraneka ragam. Beliau bersama suaminya meracik jajanan pasar khas warung mawar dari bahan Tepung beras, Tepung kanji, Ketan, dan ada pula dari Singkong atau ubi.
Dengan di buat berwarna-warni, maka jajanan khas Bali ini sangat menarik dan sangat lezat di santap bersama Es Milo atau Es Jeruk buatan Ibu Ni Luh.
“Ini warna-warni bukan karena pewarna, akan tetapi saya buat dari bahan makanan sehat lainnya. Misalnya warna hijau saya dapat dari sari daun pandan dan warna gelap saya dapat dari sari gula merah. Untuk ketan, saya menggunakan ketan hitam dan ketan putih,” jelas Ibu yang berasal dari Sukawati Gianyar ini.
Hanya dengan merogoh kocek sebesar 6,000 rupiah untuk jajanan bali dan 6,000 rupiah untuk minuman es, maka kita sudah bisa menikmati sensasi jajanan khas Bali di siang hari di bawah rindang nya lapangan puputan badung.
Warung Mawar milik Ibu Ni Luh berada di area eksebisi acara Petinget Rahina Tumpek Landep, di depan Museum Bali, Jalan Mayor Wisnu, Denpasar, mulai tanggal 11 Mei – 13 Mei 2015.
Harapan Ibu Ni Luh, acara seperti ini selalu diadakan, karena akan sangat berguna bagi pedagang-pedagang kecil seperti dirinya. Apalagi pedagang kuliner dengan makanan khas, itu harus di ajak kerjasama untuk selalu ikut serta dalam acara-acara massal serupa.
———————————————————- 
Kamis, 14 Mei 2015
Jurnalis     : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor       : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-
Lihat juga...