Menteri BUMN Sidak Kendala Pembangunan Tol Bakauheni

Menteri Badan Usaha Milik Negara(BUMN) Rini Soemarno
CENDANANEWS (Lampung) – Proses pembangunan Jalan Tol Sumatera (JTS) yang ditargetkan selesai pada Juni 2018 untuk ruas Bakauheni-Palembang dan mengalami beberapa kendala di lapangan untuk proses pembangunanya membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara(BUMN) Rini Soemarno melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Rini Soemarno bahkan melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan Jalan Tol Sumatera di Desa Sabahbalau, Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung serta di titik nol Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Kunjungan Rini Soemarno yang mendadak tersebut dilakukan sebab setelah proses grundbreaking pada tanggal 30 April lalu masih banyak persoalan di lapangan mengenai pembebasan lahan di ruas Bakauheni Lampung Selatan hingga Terbanggi Besar Lampung Tengah.
“Saya ke Lampung untuk mengetahui persis permasalahan di lapangan terkait pembebasan lahan untuk jalan tol yang dimulai dari Bakauheni hingga Palembang,” ungkap Rini Soemarno di demraga I Pelabuhan Bakauheni, Rabu (27/5/2015).
Rini Soemarno yang bersama Kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry Lamane bersama rombongan bahkan meninjau titik nol pembangunan jalan tol yang ada di area dermaga IV pelabuhan Bakauheni yang sedang dalam proses penimbunan.
Rini kepada seluruh tim pembangunan tol termasuk Badan pertanahan Nasional (BPN ) Lampung, Bina Marga dan Dinas PU serta Kementerian perumahan Rakyat mengungkapkan proses pembebasan lahan untuk ruas Bakauheni-Terbanggi Besar agar segera dipercepat.
Bersama seluruh rombongan seusai dari kantor PT ASDP Cabang Bakauheni, Rini Soemarno dengan berjalan kaki meninjau lokasi groundbreaking pembangunan dermaga VII dan VIII pelabuhan Bakauheni. Rini Soemarno mengungkapkan pembangunan dermaga VII dan VIII dilakukan untuk mengintegrasikan jalan tol yang juga sedang dalam proses pembebasan lahan.
Sementara itu untuk proses percepatan  pembangunan jalan tol, lanjutnya, Kementerian BUMN bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengambil langkan non konvensional, tidak seperti pembangunan jalan Tol lain pada umumnya.
“Ini dilakukan agar tidak ada kendala dan pembangunan tol tidak berhenti dan sesuai instrukis presiden agar jalan tol segera terealisasi,” tegas dia.
Dia berharap tim persiapan pembebasan lahan tol yang dibentuk Pemprov Lampung bergerak cepat untuk menentukan penetapan lokasi (panlok). Sementara itu untuk pengembang pembangunan jalan tol diantaranya Hutama Karya (HK) dari Bakauheni hingga jarak 8 kilometer setelah itu dilanjutkan di ruas berikutnya  oleh  Adi Karya, Pastika Karya, Wijaya Karya.
Rini berharap pembangunan jalan tol Sumatera bisa diselesaikan sesuai waktu yang ditargetkan sehingga persoalan transportasi yang ada di Sumatera termasuk pembangunan dermaga Pelabuhan baik di Bakauheni dan Merak bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi.
“Saya juga akan langsung meninjau pembangunan dermaga baru di Pelabuhan Merak yang sedang dalam proses untuk mengetahui progres sejauh mana perkembangan pembangunan dermaga tersebut,”ungkapnya.
Seusai meninjau lokasi untuk groundbreaking dermaga VII dan VII Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Menteri BUMN Rini Soemarno melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Merak Banten. Rini bersama rombongan melanjutkan perjalanan dengan naik KMP Portlink III di dermaga III Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

——————————————————-
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...