Orang Hutan Mati, Kebun Binatang Kandi Terancam Sanksi

Mayat Sari, Orang Utan di Kebun Binatang Kandi Sawahlunto
CENDANANEWS (Padang) – Sari (15), Orang hutan berjenis kelamin betina beserta anak yang dikandung di Kebun Binatang Kandi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat tidak berhasil diselamatkan setelah menjadi bulan-bulanan dan rebutan dari dua pejantan lainnya yang sekandang dalam memasuki musim kawin.
Sari mati pada Sabtu (16/5/2015) setelah diperkosa dua ekor orang utan jantan yang sekandang dengannya. Meski sudah dilakukan penyelamatan, namun akibat luka parah diantaranya beberapa bagian tubuh Sari cidera dan mengalami patah tulang di bagian bahu dan tulang selangkangan, Sari tidak berhasil diselematkan.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Margo Utomo saat dihubungi cendananews pada Selasa (19/5/2015) menyebutkan, kandang tersebut terdapat dua orang hutan jantan yang memperebutkan betina “Sari”, sehingga betina menjadi korban. Setelah kejadian Sari mengalami cidera dan direncanakan akan dilakukan operasi mengeluarkan anak yang dikandung Sari, tetapi kondisi tidak memungkinkan.
Menindaklanjuti kematian Sari, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh kondisi kebun binatang, mulai kondisi kandang, pakan, tenaga medisnya ini yg akan dievaluasi. Hasil evaluasi nanti akan meberikan sanksi tergantung hasil evaluasi. Terlebih informasi yang berada di lapangan tenaga pengelola di Kandi masih kurang. Sebab, Mei ini tenaga medis di Kandi mengajukan pindah.
“Sanksinya antara lain,  diberikan pembinaan dan paling skstrim pencabutan izin. Kita harap minggu depan sudah turun dan mengevaluasi hasilnya akan disampaikan saran ke Jakarta dan Pemda. Kalau tidak terpenuhi, bisa kita ajukan izinya untuk dicabut,” lanjutnya.
Sementara itu, kedua orang hutan jantan tersebut masih di Kandi. Solusinya kedepan harus dilakukan pertukaran, agar ada betina. Sampai saat ini Kandi masih beroperasi. Jika seandainya izinya dicabut, langkah berikutnya adalah memikirkan tempat baru satwa dari Kandi.
BKSDA mengaku, instrumen pengawasan kebun binatang ada berbagai macam. Diantaranya laporan bulanan, triwulan, monitoring.
“Kami akan buat laporan tertulis, setalah memanggil pihak pengelola Kebun Binatang Kandi,” tuturnya.
Diakuinya, sampai penyebab kematian satwa di kebun binatang ada sacara alami dan pengelolaan belum optimal. Sari akan diawetkan oleh Widagdo. Widagdo merupakan seorang kolektor serangga dan memiliki kemampuan dalam mengawetkan binatang.
—————————————————-
Senin, 18 Mei 2015
Jurnalis    : Muslim Abdul Rahmad
Editor      : ME. Bijo Dirajo
—————————————————-
Lihat juga...