Pedagang Madu Berkhasiat dari Bima Lintasi Pulau untuk Berdagang

Madu hutan
CENDANANEWS (Denpasar) – Seringkali kita menjumpai produk-produk madu kemasan baik di warung maupun super market. Semua menawarkan berbagai campuran rasa dengan khasiat yang sama. Namun Udin pria asal Bima, NTB membawa fenomena lain di Denpasar dengan berjualan madu asli dari peternakan dan hutan belantara. Ia berkeliling lintas pulau dari Sumbawa, Lombok, Bali, dan bahkan wilayah NTT sudah disinggahinya. 
Madu yang di bawa Udin hanya dua jenis, yaitu Madu Hutan yang berwarna hitam pekat, dan Madu Ternak yang berwarna kecokelatan. Madu Ternak di dapat dari para peternak lebah/tawon di Bima atau Sumbawa. Madu jenis ini biasa di jual Udin dengan harga 125,000 rupiah sampai 150,000 rupiah per botol.
Madu Hutan merupakan dagangan favorit Udin yang biasa dikenal dengan nama Udin Madu oleh teman-teman sesama pedagang kakilima di daerah Denpasar. Madu Hutan di dapat dari pohon-pohon tinggi atau tebing yang berada di tengah hutan belantara. Hewan yang memproduksi Madu Hutan dikenal dengan nama Tawon Cung.

Penduduk sekitar hutan memberi makan tawon-tawon tersebut dengan cara menaruh bunga-bunga yang wangi di atas sarangnya. Hal itu agar produksi madu yang didapat nantinya benar-benar berkualitas unggul. Madu Hutan biasa di jual Udin seharga 300,000 rupiah sampai 350,000 rupiah per botol.

Saat ditanyakan mengapa harga madu Udin mahal, maka Udin menjawab dengan lugu, ” faktor resikonya tinggi. Bisa cacat gara-gara jatuh dari pohon tinggi atau tebing, atau masuk rumah sakit di serang tawon satu pohon, jadi menurut saya harga itu sudah masuk akal,”.
Madu Hutan disamping berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan vitalitas, juga berkhasiat untuk menghaluskan kulit wajah dan tubuh.

——————————————————-
Jumat, 29 Mei 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...