Pedagang Pasar Baru Labuan Bajo NTT Alami Nasib Tak Tentu

Pasar Baru di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur
CENDANANEWS (Flores) – Nasib tak tentu kini dialami para pedagang Pasar Baru di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Keadaan ini dikeluhkan oleh sejumlah pedagang di pasar tersebut ketika ditanyai oleh CND pada Rabu, 06/05/2015. Pantauan CND, tampak sekali lokasi pasar berlantai dua yang baru selesai dibangun pada tahun 2014 lalu itu sangat sepi peminat. Semua stan di lantai atas masih tertutup rapat. Sementara di stan lantai bawah hanya ada segelintir pedagang yang kelihatan tetap bertahan. 
Kepada CND para pedagang yang masih bertahan mengakui, hal ini merupakan akibat dari ketidaktegasan pihak pemerintah dalam menerapkan aturan pasar kepada para pedagang. Pasalnya, sekarang banyak pedagang lebih memilih untuk tetap berjualan di Pasar Wae Kesambi. Padahal Pasar Wae Kesambi statusnya adalah tempat berjualan sementara bagi para pedagang ketika bangunan Pasar Baru direnovasi. 
Mereka mengakui, pemerintah memang telah memulangkan kembali para pedagang dari Pasar Wae Kesambi ke lokasi Pasar Baru setelah direnovasi. Semua stan pun sudah secara resmi diserahkan kembali kepada para pedagang untuk dijadikan tempat berjualan. “Ata manga atad taung sio léd (Sudah  ada yang punya semua itu ke sana – red.),” demikian salah seorang pedagang perempuan menegaskan dalam bahasa daerah Manggarai sambil menunjuk ke arah stan-stan yang tertutup. 
Seorang pedagang lain menduga, banyaknya pedagang yang kembali ke Pasar Wae Kesambi disebabkan oleh kurang lakunya barang jualan mereka. “Bo ho’o pasar utama. Mai isé ga, néséng toé danga nau, ngo kolé lau (Memang ini pasar utama. Tetapi mereka, mungkin karena barang kurang laku, kembali lagi ke sana – red.),” tuturnya menjelaskan dalam bahasa Manggarai pula. 
Masih adanya para pedagang yang berjualan di tempat lain dirasakan oleh para pedagang di Pasar Baru membawa nasib tak tentu bagi usaha dagang mereka. Keadaan sepi pembeli menjadi konsekuensi terburuk yang mereka alami. Para pedagang di Pasar Baru berharap, pemerintah bisa mengambil sikap yang tepat dalam mengatur aktivitas para pedagang yang ada agar tidak sampai mengorbankan para pedagang lain yang masih bertahan di Pasar Baru. 
“Lagipula, katanya ini tempat pariwisata. Jadi, tidak boleh ada yang berjualan sembarangan, apalagi di pinggir jalan, “ tandas seorang pedagang mengingatkan.  
————————————————-
Rabu, 6 Mei 2015
Jurnalis : Fonsi Econg
Fotografer : Fonsi Econg
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...