Pengrajin Gerabah di Kota Batu Bagi Ilmu kepada Pelajar

Hasil Kerjainan Gerabah Ponimin
CENDANANEWS (Kota Batu) – Tidak hanya Malang yang memiliki pengrajin  gerabah, di Kota Batu ternyata juga memiliki pengrajin gerabah dengan bentuk karya yang unik. Berlokasi di pinggir jalan Areng-areng Desa Dadap Rejo Kecapatan Junrejo Kota Batu berdiri sebuah rumah sekaligus studio seni “Kreasi Kriya Nusantar” milik pengrajin gerabah Ponimin (48). Saat Cendana News mengunjungi studio seninya, kebetulan Ponimin sedang tidak berada di tempat. Di studionya ini Cendana News hanya bertemu dan berbincang dengan istri Ponimin yaitu Titin Sumarni (38).
Sumarni kepada Cendana News, Sabtu (9/5/2015) menceritakan, dulu suaminya bersekolah di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) di Yogyakarta. Setelah lulus dari SMSR kemudia Ponimin melanjutkan pendidikannya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Setelah lulus Kuliah, Ponimin di ajak dosennya untuk bekerja di daerah Kasongan yang merupakan tempat para pengrajin gerabah di Yogyakarta.
Dari situ kemudian Ponimin mencoba membuka usaha gerabah sendiri di Yogya. Hasil kerajinan gerabahnya disana sudah sampai di ekspor keluar negeri seperti ke Jerman dan ke Belanda. Namun pada tahun 1994 Ponimin berkeinginan bekerja di Jawa Timur, kemudian Ponimin mencoba melamar menjadi Dosen Seni Rupa di Universitas Negeri Malang dan ternyata di terima. Karena dia diterima bekerja di Malang, akhirnya Ponimin sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Kota Batu dan memulai lagi usaha kerajinan gerabahnya di rumah yang ditempatinya saat ini. Sedangkan usahanya yang di Yogyakarta di serahkan kepada temannya.
Usaha gerabah yang Ponimin rintis kembali di Kota Batu rupanya cukup diterima masyarakat. Banyak pedagang-pedagang gerabah datang ke rumahnya untuk membeli hasil karyanya. Peminatnya tidak hanya dari Malang, namun juga dari Surabaya, Bali dan juga Jambi.
Kebanyakan hasil karya kerajinan gerabah Ponimin berupa Guci, patung dan vas bunga dengan bentuk yang sangat unik, berbeda dengan kebanyakan para pengrajin gerabah. Harga kerajinan gerabah Ponimin bervariasi tergantung ukurannya, untuk ukuran yang kecil di bandrol Rp. 35.000,-/buah sedangkan untuk ukuran sedang diberi harga Rp. 50.000,- dan untuk ukuran besar dipasang harga Rp. 100.000-150.000,-/buah.
Namun untuk sekarang, karena kesibukan Ponimin yang sedang sibuk melanjutkan sekolahnya lagi, Ponimin membatasi pesanan kerajinan gerabahnya. Ponimin hanya menerima pesanan yang benar-benar mendesak. Kini Ponimin lebih banyak memberikan pelatihan pebuatan kerajinan gerabah di rumahnya. Pelatihan ini rupanya juga sangat di minati oleh siswa SMP dan SMA. Ponimin sering menerima siswa-siswa SMP dan SMA dari Malang sendiri maupun dari luar Malang seperti dari Blitar dan juga Pasuruan untuk di ajarkan membuat kerajinan gerabah, ujar Sumarni.

————————————————-
Jumat, 8 Mei 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Foto     : Agus Nurchaliq
Editor   : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...