Pengrajin Tas Plastik di Kota Batu Butuh Investor

Tas Plastik
CENDANANEWS (Kota Batu) – Berawal dari keinginannya memiliki usaha sendiri, Mat Ali (45) akhirnya memulai usahanya dengan membuat kerajinan tas plastik. Mat Ali menceritakan sebelum dia memulai usaha ini, dirinya dulu bekerja di tempat pembuatan tas plastik. Dari situ dia belajar membuat tas plastik dan sekitar 4 tahun yang lalu dirinya memutuskan untuk memulai usaha sendiri.
Dengan dibantu istri dan juga adik-adiknya, Mat Ali mulai merintis usahanya ini di rumahnya yang bertempat di Desa Jeding RT 03/RW 08 Kecamatan Junrejo Kota Batu. Didaerahnya tersebut tidak hanya dirinya yang menekuni usaha kerajinan tas plastik ini, namun ada 3 pengrajin lainnya.
Mat Ali
Untuk membuat kerajinan tas plastik dibutuhkan plastik PP dan juga plastik PIT yang dia beli dari toko plastik yang ada di Malang dengan harga Rp. 217.000,-/kg. Dari kedua jenis plastik tersebut kemudian diukur dan dipotong sesuai kebutuhan. Setelah itu plastik-plastik yang sudah dipotong kemudian di anyam sesuai bentuk yang diinginkan.
Mat Ali mengaku, bahwa tas plastik buatannya sudah dipasarkan di Jakarta, Bali, Kediri, Blitar dan Pasuruan. Biasanya para pembeli langsung datang ke rumahnya untuk membeli produknya. Untuk harganya bermacam-macam tergantung banyak plastik yang terpakai dan ukuran.
“Harganya berkisar Rp.9.000-13.500/per buahnya, ujar Mat Ali.
Dirinya beserta Istri dan juga adik-adiknya setiap hari selalu membuat tas plastik sekitar 25-50 buah per harinya untuk jaga jika tiba-tiba ada pesanan banyak. Hampir setiap hari ada orang yang datang memesan tas plastiknya, ada memesan eceran adapula yang memesan langsung seribua buah, kalau sudah begitu dirinya memberdayakan Ibu-ibu di sekitar rumahnya untuk ikut membantu membuat tas pastik.
Mat Ali mengaku, dari usahanya tersebut penghasilan bersih yang dia hasilkan tidaklah terlalu banyak yaitu hanya sekitar Rp.300.000-1.000.000,-. Kerajinan ini buat dirinya hanya untuk penghasilan sampingan karena jika di buat sebagai penghasilan utama, menurutnya belum bisa mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Oleh karena itu, Mat Ali selain menjadi pengrajin kerajinan tas plastik, dirinya juga memelihara sapi.
Mat Ali mengaku selama dia menekuni usaha kerajinan tas plastik, dirinya belum sama sekali mendapatkan bantuan ataupun investor. Dulu sempat pernah ada orang pemerintahan yang datang ke tempatnya, namun hanya sekedar tanya-tanya saja tidak pernah ada bantuan.
Mat Ali berharap, agar kedepannya usahanya ini bisa mendapatkan investor agar lebih bisa berkembang.

————————————————-
Minggu, 10 Mei 2015
Jurnalis :  Agus Nurchaliq
Foto     :  Agus Nurchaliq
Editor   : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...