Pesawat Kayu, Mainan Tradisional yang Mulai Punah


CENDANANEWS (Malang) – Pesawat mainan sederhana terbuat dari kayu dengan 3 baling-baling yang berada di depan dan kanan kiri pesawat serta sebuah pegangan yang terbuat dari kayu untuk menggerakkan pesawat, merupakan salah satu permainan tradisional yang pada jaman sekarang sudah jarang terlihat. Toha, dengan semangat ingin menjaga permainan tradisional agar tetap ada, memutuskan untuk berjualan pesawat mainan berbahan kayu.
Toha (50) mengaku sudah menjual pesawat mainan berbahan kayu randu selama 35 tahun. Sebelum membuat dan menjual pesawat mainan, dirinya bekerja serabutan seperti menjual pakaian, menjual barang pecah belah sampai menjadi tukang kebun pernah dia lakukan tetapi tidak pernah bertahan lama. Akhirnya dengan di bantu istri, Toha memutuskan membuat dan menjual pesawat mainan. Sehari, dia bersama istrinya bisa membuat 2-3 buah pesawat, akunya.
“Menjual pesawat ini merupakan pekerjaan terlama yang pernah Bapak lakukan”, ujar Toha.
Toha menjelaskan, dirinya baru 3 tahun berjualan di Jalan Ijen tepatnya di depan sebuah mini market. Sebelum berjualan di sini, dirinya berkeliling dari kota ke kota. Hampir semua kota di Jawa Timur sudah pernah dia singgahi hanya untuk menjual pesawat buatannya tersebut, jelasnya.
Untuk pesawat buatannya tersebut biasanya dia memberi harga Rp. 30.000,- per buah. Namun jika ada yang menawar lima puluh ribu dapat dua dia kasihkan, yang penting pesawatnya laku. Selain Pesawat Kayu, Toha juga menjual kuda yang terbuat dari kayu. Kuda-kudanya tersebut dia jual di rumah dengan harga Rp. 200.000-250.000,-. Untuk penghasilan, Toha tidak bisa bisa memastikan karena tergantung ramai tidaknya pembeli, kadang sedikit kadang banyak.
“Bapak yakin rejeki sudah ada yang mengatur, Bapak Cuma tinggal Triomo ing Pandum (menerima apa yang dikasih), kadang dapat banyak kadang juga dapat sedikit”, ucap Toha. Toha yang bertempat tinggal di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang ini mengaku untuk bisa sampai di jalan Ijen ini, dirinya harus naik satu kali ojek dan tiga kali naik angkutan umum. Untuk ongkos buat biaya pulang pergi saja sekitar lima puluh ribu Rupiah. 
“Tapi Alhamdulillah, dengan berjualan pesawat ini saya masih mampu menyekolahkan ke empat anak saya sampai sekarang”, ujar Toha. Ke empat anak Toha semuanya masih duduk di bangku sekolah. Anak yang pertama masih kelas 1 SMA,anak ke dua kelas 2 SMP, anak ke tiga kelas 5 SD dan anak terakhir masih duduk di Taman Kanak-kanak.

—————————————————–
Senin, 18 Mei 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Foto : Agus Nurchaliq
Editor : Sari Puspita Ayu
—————————————————-
Lihat juga...